Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah pengendara motor tengah mengisi bahan bakar di sebuah SPBU. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Sejumlah pengendara motor tengah mengisi bahan bakar di sebuah SPBU. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Menkeu Pastikan Harga Pertalite Tidak Naik

Kamis, 19 Mei 2022 | 20:57 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan tarif listrik untuk masyarakat menengah ke bawah. Langkah ini diambil agar daya beli masyarakat dan proses pemulihan ekonomi tidak terganggu.

Dengan tidak adanya kenaikan tersebut, maka pemerintah akan melakukan tambahan subsidi energi dan kompensasi kepada PT Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar tetap dapat menjalankan penugasan dari pemerintah. Hal ini sejalan dengan lonjakan harga minyak mentah dunia yang saat ini masih berada di level US$ 100 per barel.

Baca juga: Sri Mulyani: Arus Kas Pertamina Akhir Tahun Bisa Defisit Rp 191,2 Triliun

“Pertalite tidak diubah harganya. Pilihannya hanya dua, kalau itu (anggaran subsidi energi) tidak dinaikkan, maka harga BBM yang naik. Kalau harga BBM tidak naik, ya ini harus dinaikkan. Artinya pengeluaran APBN kita besar,” tegasnya dalam rapat Banggar.

Harga minyak mentah dunia yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir, telah menyebabkan asumsi harga minyak Indonesia (ICP) yang semula dipatok US$ 63 per barel menjadi US$ 100 per barel.

Dengan menggunakan harga ICP US$ 100 per barel, maka pemerintah harus melakukan penambahan subsidi energi dan kompensasi menjadi Rp 443,6 triliun. Dengan rincian subsidi energi naik Rp 74,9 triliun menjadi Rp 208,9 triliun yang terdiri atas subsidi BBM dan LPG naik Rp 71,8 triliun menjadi Rp 149,4 triliun, kemudian subsidi untuk listrik naik Rp 3,1 triliun menjadi Rp 59,6 triliun.

Baca juga: PLN Batam Setop Rencana Ekspor Listrik ke Singapura

Sementara itu, untuk kompensasi tercatat naik Rp 216,1 triliun menjadi Rp 234,6 triliun dengan rincian untuk BBM menjadi Rp 213,2 triliun, kemudian solar Rp 98,5 triliun.

Sedangkan untuk kompensasi Pertalite sejak awal pemerintah tidak memberikan, namun lonjakan harga energi menyebabkan pemerintah perlu memberikan kompensasi mencapai Rp 114,7 triliun, begitu pula untuk listrik juga masih sama sebesar Rp 21,4 triliun.

"Kompensasi meledak sangat tinggi, sebab barang-barang yang diatur pemerintah atau administered price juga tidak dinaikkan. Masyarakat kemarin mudik dengan mobil menggunakan Pertalite itu adalah bagian dari yang harus dibayar oleh pemerintah ke Pertamina dalam bentuk kompensasi Rp 114,7 triliun, kalau harga minyak terus-menerus di atas US$ 100 dolar per barel," ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN