Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Realisasi Subsidi hingga April Capai Rp 56,62 T

Senin, 23 Mei 2022 | 20:30 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, realisasi subsidi per April tahun ini mencapai Rp 56,62 triliun. Realisasi ini mencakup Rp10,17 triliun untuk kurang bayar tahun sebelumnya dan Rp46,45 triliun untuk subsidi reguler.

Lonjakan ini juga disebabkan kenaikan ICP, percepatan pencairan kurang bayar subsidi energi dan peningkatan volume penyaluran barang bersubsidi.

“Untuk belanja subsidi di jalur perlinsos cukup besar lonjakannya karena konsekuensi dari harga-harga (naik),” katanya dalam dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Bank DBS Indonesia Targetkan AUM Tumbuh Double Digit

Lebih lanjut, realisasi ini mencakup subsidi BBM dan LPG mencapai Rp 34,8 triliun atau sudah mengalami kenaikan hingga 50% year on year (yoy) subsidinya dibandingkan periode yang sama tahun lalu hanya Rp 23,2 triliun.

Selanjutnya listrik Rp11,6 triliun, pupuk Rp1,8 triliun, bunga kredit program Rp8,3 triliun dan subsidi non energi lainnya Rp0,1 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan kenaikan harga komoditas telah berdampak terhadap meningkatnya beban subsidi BBM dan LPG sehingga realisasinya mencapai 44,8% dari pagu APBN 2022.

Baca juga: Terus Meningkat, Penerimaan Pajak hingga April Tumbuh 51,49%

Bahkan kompensasi BBM Rp18,1 triliun pun telah dibayarkan untuk memenuhi kewajiban pemerintah aras penugasan penyediaan pasokan BBM dalam negeri.

Sementara itu, realisasi penyaluran subsidi untuk BBM yakni solar dan minyak tanah sebanyak 4,1 juta kiloliter, LPG tiga kilogram sebanyak 1,9 juta kilogram dan 38,4 juta pelanggan listrik bersubsidi.

Kemudian untuk subsidi non energi penyaluran pupuk mencapai 3 juta ton, debitur KUR sebanyak 2,7 juta, kredit KUR sebanyak Rp125,6 triliun dan subsidi perumahan sebanyak 38,4 ribu unit.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN