Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady
Sumber: Istimewa

Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady Sumber: Istimewa

Dukung Pembangunan IKN

John Riady: Masa Depan Indonesia Cerah

Selasa, 7 Juni 2022 | 15:15 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sebagai pemegang estafet kepemimpinan konglomerasi Lippo Group, John Riady yang berusia  muda  tidak gagap menghadapi masa transisi di hampir semua dimensi seperti saat ini. Mulai dari perkembangan teknologi seputar revolusi industri 4.0, pemulihan pasca pandemi, desakkan global terkait pembaruan sektor energi, hingga gejolak geopolitik.

Problem global itu kini tengah melanda seluruh negara di dunia. Bahkan, di beberapa kawasan, saat sekarang merupakan fase transisi yang paling tak mengenakkan. Baru saja sektor ekonomi hendak pulih dari terpaan pandemi, muncul perang Rusia-Ukraina yang menyisakan persoalan krisis sumber energi, hingga mengacaukan rantai pasok global.

Advertisement

Di sisi lain, hampir seluruh pemangku kepentingan secara global juga hendak menuju cita-cita netral karbon yang diiringi kebijakan mengikis sumber energi fosil. Semua faktor itu tengah menghajar sendi perekonomian banyak negara, melambungkan harga-harga sekaligus memunculkan ancaman inflasi.

Indonesia  bersiap menghadapi gelombang pasang harga komoditas, serta terganggunya pasokan material industri, serta terganggunya stok pangan. Di tengah situasi itu, setiap pengusaha apalagi sekelas pucuk pimpinan konglongmerasi seperti Lippo Group, dipaksa berpikir keras agar fondasi bisnis tidak goyah.

Baca juga: Lippo Karawaci (LPKR) Berkomitmen Penuh Dalam Praktik ESG

“Saya optimistis bahwa negeri ini akan terus melaju, akan terus memetik berbagai pertumbuhan,”  kata Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady di Jakarta, Selasa (7/6/2022).

John yang  juga menjabat  CEO Lippo Karawaci dan Presiden Komisaris Siloam Hospitals mengungkapkan, situasi global yang  mencekam, bukanlah perkara besar manakala secara faktual Indonesia masih memiliki banyak keunggulan.

Bahkan, dalam acara tahunan World Economic Forum (WEF) 2022 di Davos, Swiss, pesimisme terhadap perekonomian global juga mengemuka yang dilatari berbagai alasan. Namun, kata John, Indonesia memiliki prospek lebih cerah sebagai salah satu negara Asean yang merupakan kawasan dengan predikat ekonomi terbesar keempat di dunia.

“Kita memiliki tingkat pertumbuhan ketiga setelah Tiongkok dan India. Selain itu, Indonesia juga memiliki demografi yang sangat muda, politik yang cukup stabil,” simpulnya.

Baca juga: Jadi Tren, Lippo Karawaci (LPKR) Siap Bangun Rumah Tapak Lagi

Dia menyinggung jika saat ini kawasan lain seperti Amerika dan Eropa tengah menghadapi situasi yang mengarah resesi, maka kawasan Asean khususnya Indonesia bahkan ada dalam trek pemulihan yang stabil. Hingga akhir tahun ini, tingkat inflasi nasional diperkirakan hanya berkisar 4%.

“Namun saya pikir pemerintah kita telah melakukan pekerjaan yang baik dalam mengantisipasi dan tetap berada di depan kurva. Dan dibandingkan dengan negara lain di Asean, misalnya, saya yakin bank sentral kami lebih agresif dalam menaikkan suku bunga,” ungkap John.

Selain itu, terkereknya harga komoditas juga telah menopang pertumbuhan ekonomi. Sektor ini pun masih menjadi magnet penarik investasi yang sangat besar.

Prospek Bisnis

Dengan fakta demikian, John mengungkapkan sektor bisnis di Indonesia masih cukup cerah. Terlebih lagi, di bawah Pemerintahan Joko Widodo, pemerintah sangat aktif membangun infrastruktur hingga menggulirkan proyek  Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca juga: Ini Dia Susunan Direksi dan Komisaris Baru Lippo Cikarang (LPCK) 

John melihat strategi itu selain akan memajukan perekonomian di masa mendatang, sekaligus bakal berimbas terhadap penciptaan pembangunan yang merata dan inklusif. “Dengan total populasi hingga 280 juta, ekonomi nasional kita semakin maju dan merata, ini adalah kekuatan baru yang menjamin pertumbuhan berkelanjutan hingga nanti,” katanya.

Pada proyek IKN, John berkomitmen Lippo Group akan ikut berpartisipasi. “Kami akan mendukung dengan berbagai kemampuan kami, entah itu pembangunan rumah sakit atau penguatan sektor kesehatan, serta bisa juga ke arah sektor pendidikan. Kami ingin mengambil bagian dan berkontribusi,” kata John.

Di sisi lain, prospek bisnis Indonesia pun semakin cerah seiring kian mudahnya akses digital. Lippo Group, lanjut John, berkeyakinan bahwa saat ini masih merupakan tahap permulaan dari ledakan ekonomi digital di Indonesia.

Konsolidasi pasar serta semakin banyaknya perusahaan teknologi yang lahir secara simultan akan mengubah banyak lanskap kehidupan masyarakat.

“Kami telah berinvestasi dan ikut mengembangkan sekitar 57 perusahaan rintisan, tentunya perusahaan yang kami pilih berdasarkan prinsip untuk menyajikan solusi bagi masyarakat. Dengan prinsip ini, kami yakin perusahaan rintisan itu akan terus maju dan berkembang,” kata John.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN