Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kantor Kementerian BUMN. (Foto: Kementerian BUMN)

Kantor Kementerian BUMN. (Foto: Kementerian BUMN)

Periode 2005-2021, Pemerintah Gelontorkan PMN ke BUMN Rp 369 Triliun

Selasa, 14 Juni 2022 | 17:27 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – Pemerintah telah menguncurkan penyertaan modal negara (PMN) ke BUMN senilai Rp 369,17 triliun kurun waktu 2005-2021. PMN tersebut terdiri atas dana segar (tunai) mencapai Rp 350 triliun dan penyertaan dalam bentuk non tunai senilai Rp 19 triliun. 

PMN merupakan pemisahan kekayaan negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau penetapan cadangan perusahaan atau sumber lain untuk dijadikan sebagai modal Badan Usaha Milik Negara dan atau perseroan terbatas lainnya dan dikelola secara korporasi.

Baca juga: Selain PMN, Indonesia Re Bakal Datangkan Investor Strategis untuk Perkuat Modal

"Melalui instrumen kebijakan fiskal, transmisi APBN ke BUMN dilakukan melalui beberapa skema mulai dari PMN, pinjaman ke BUMN, dan penjaminan yang dalam pos APBN dicatat pos pembiayaan. PMN tak hanya dana segar, tapi bisa dalam konversi piutang negara dan aset lainnya," ujar Kepala Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan IV Kemenkeu Adi Nugroho Dwi Utomo dalam Workshop Implementasi Pengelolaan Risiko Keuangan Negara, di Jakarta, Selasa (14/6). 

Dia melanjutkan, PMN tersebut dimanfaatkan dalam berbagai tujuan, seperti pendirian BUMN mencapai Rp 3 triliun, restrukturisasi BUMN sebesar Rp 12,7 triliun, dan peningkatan kinerja BUMN mencapai Rp 354 triliun. Sedangkan sektor yang paling banyak menerima PMN kurun waktu 2005 hingga 2021,  yakni infrastruktur mencapai Rp 125,23 triliun, pembiayaan UMKM mencapai Rp 72,79 triliun, energi Rp 56,74 triliun, transportasi dan logistik Rp 39,98 triliun, sektor pangan Rp 11,88 triliun, investasi mencapai Rp 18,50 triliun, perumahan wisata dan lingkungan mencapai Rp 18,26 triliun dan industri pengolahan sebesar Rp 11 triliun.

Terkait persetujuan PMN, dia mengatakan, harus melalui berbagai penilaian yang dikeluarkan kementerian keuangan. Pertama, aspek urgensi berkaitan dengan program pemerintah, keberlangsungan kegiatan keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan dampak kegiatan terhadap sektor lain.

Baca juga: RAPBN 2023, Kementerian BUMN Usul Tambahan PMN Tunai Rp 54,82 T

Kedua, aspek legal berkaitan dengan analisis kesesuaian kegiatan dengan peraturan perundang-undangan. "Ketiga, aspek ekonomi berkaitan dengan identifikasi input atau output, outcome, impact, serta pencapaian target pembangunan penyerapan tenaga kerja, tingkat kemiskinan. Kemudian ada aspek kelayakan ekonomi"ucapnya.

Keempat, aspek lingkungan sosial meliputi dampak kegiatan terhadap lingkungan, strategi mitigasi risiko atas dampak lingkungan, dilakukan dengan mengukur dampak terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat pada area terdampak.

Selanjutnya aspek keuangan mencakup aspek keuangan kegiatan, aspek keuangan penerima investasi, dan aspek operasional penerima investasi. Terakhir aspek fiskal menyangkut kontribusi kepada Pemerintah yang tidak terbatas hanya penerimaan negara dalam bentuk pajak, PNBP.

"Setelah dialokasikan melalui proses penganggaran melalui persetujuan DPR dan penetapan Undang-Undang, kami juga melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PMN, ada dua hal yakni analisis kinerja keuangan BUMN penerima PMN dilihat beberapa hal antara lain laba rugi BUMN penerima PMN, dan ada early warning system untuk mengeluarkan score atas kinerja keuangan BUMN penerima PMN dan analisis solvabilitas dan analsisi prediksi kebangkrutan"ucapnya.

Sementara itu, untuk analisis efektivitas PMN akan mencakup analisis leverage dengan menggunakan perbandingan nilai PMN dan pertumbuhan aset selama 3 tahun setelah penambahan PMN. "Kemudian analisis cost and benefit menggunakan perbandingkan return BUMN dan cost of fund menggunakan proxy dari rata-rata yield SBN 10 tahun pada tahun pemberian penambahan PMN,"ucapnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com