Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (BSMH/Arnoldus Kristianus)

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (BSMH/Arnoldus Kristianus)

Teten: Adopsi Teknologi dan Inovasi Digital Perkuat Kinerja UMKM di Tengah Kondisi Pandemi

Selasa, 5 Juli 2022 | 13:30 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, adopsi teknologi dan inovasi digital terbukti mampu memperkuat UMKM bertahan dan produktif selama pandemi. Teknologi digital ini mempermudah akses pembiayaan UMKM, melalui kredit scoring dan manajemen risikonya, penyaluran pinjaman melalui teknologi keuangan (fintech) yang saat ini telah mencapai Rp362 triliun kepada lebih dari 13,5 juta penerima.

"Saat ini, sudah ada 19 juta UMKM masuk ke ekosistem digital di mana target di tahun 2024 adalah 30 juta UMKM. Serta target 1 juta UMKM on-boarding dalam e-katalog di tahun 2022 dalam rangka kebijakan afirmasi alokasi 40 persen belanja barang Pemerintah untuk produk UMKM," ucap Teten dalam siaran pers pada Selasa (5/7/2022).

Advertisement

Baca juga: Wamendag Jerry Sambuaga Resmikan Platform Digital UMKM Hipakad

Teten menjelaskan, ekonomi digital Indonesia pada tahun 2020-2030 juga diperkirakan akan mencapai Rp5.400 triliun dan menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Teten pun meminta kemitraan dan sinergi lintas pemangku kepentingan harus diperkuat mulai dari hulu yaitu penyiapan kapasitas UMKM dan kualitas produk melalui pendampingan dan perizinan, hingga hilir yaitu perluasan pasar UMKM.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung mengatakan untuk memaksimalkan dorongan sektor pariwisata dan UMKM untuk perekonomian, ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama, perlunya afirmasi keberpihakan pada produk dalam negeri termasuk UMKM serta wisata dalam negeri yang perlu dimaksimalkan.

"Penyediaan dan penggunaan e-katalog UMKM dalam mendukung proses pengadaan harus kita tingkatkan. Tentu saja kualitas dan kuantitas yang diperlukan harus menjadi perhatian kita bersama, secara sinergi harus kita lakukan," ucap Juda.

Baca juga: Dukung UMKM, Wahyoo-Livin’ by Mandiri Gelar Sayembarasa Batch 2

Kedua, lanjut Juda, melakukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak terkait. Dalam hal ini, seluruh pemangku kepentingan dikatakan harus bahu-membahu mendorong pelaku kreatif dan UMKM unggulan di masing-masing daerah untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan karya kreatif yang dapat menarik pasar baik dalam negeri maupun luar negeri.

"Kami di BI bersama 46 kantor perwakilan dalam negeri di seluruh Indonesia berkomitmen mendukung pemerintah menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata Indonesia," tutur Juda.

Ketiga, Juda menyebut digitalisasi yang sudah berkembang begitu pesat harus diikuti oleh pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, baik dalam konteks pemasaran produk melalui e-commerce di domestik maupun go ekspor. "Pembayaran juga sekarang kita terus dorong QRIS di seluruh Indonesia dan saat ini sudah di atas 20 juta merchant yang gunakan ini," pungkas Juda. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN