Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung perkantoran di kawasan CBD Jakarta

Gedung perkantoran di kawasan CBD Jakarta

Perkantoran & Apartemen Sulit Bangkit Sampai AkhirTahun

Rabu, 6 Juli 2022 | 16:47 WIB
Imam Muzakir (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Konsultan properti Colliers International Indonesia menyebutkan bahwa, sektor perkantoran dan apartemen masih cukup berat untuk bangkit dibandingkan sektor lain seperti Kawasan industri, hotel dan ritel.

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengungkapkan, sampai dengan kuartal kedua tahun 2022, kinerja untuk sektor perkantoran dan apartemen ini masih cukup berat untuk pulih dan diperkirakan ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2022.

Advertisement

“Kinerja hotel saat ini mulai menunjukan perbaikan dan secara umum yang naik atau bangkit terlebih dahulu adalah sektor industri, kemudian menyusul sektor ritel. Sedangkan dua sektor lainnya perkantoran dan apartemen rupanya akan cukup berat sampai akhir tahun. Kondisi ini belum terlalu baik,” ungkap Ferry Salanto, dalam acara Colliers virtual media briefing kuartal II tahun 2022, secara virtual, Rabu (6/7)

Ferry mengatakan, tahun 2022 pasokan ruang perkantoran masih cukup besar ini menjadi tantangan dan salah satu kendalanya. Karena pasokan atau supply perkantoran di kawasan Central Business District (CBD) jumlahnya cukup signifikan hampir mendekati angka 300 ribu meter persegi dan ini jumlah yang sangat banyak.

“Begitu juga di Kawasan non CBD, pada tahun depan pasokan atau tambahan suplai perkantoran juga masih terus ada. Selain itu dari sisi demand justru alami penurunan sehingga terjadi over suplai ruang perkantoran dalam beberapa tahun kedepan,” kata Ferry.

Menurut Ferry, selama kuartal II tahun 2022 tidak ada Gedung baru yang beroperasi di CBD maupun di Non CBD. Saat ini Pasok perkantoran di CBD mencapai 7,04 juta meter persegi dan di Kawasan Non CBD mencapai 3,69 juta meter persegi. “Outlook perkantoran sampai dengan tahun 2022 ini memang belum begitu  menggembirakan dan belum sesuai dengan apa yang diharapkan,” kata Ferry.

Saat ini, jelas Ferry kegiatan perkantoran lebih kepada relokasi ruang perkantoran ataupun ekspansi yang jumlahnya lebih kecil. Justru adanya peningkatan tingkat okupansi lebih banyak didorong oleh owner okupansi yaitu pemilik gedung yang memang membutuhkan ruang kerja yang lebih besar. Memang cukup membantu tingkatkan okupansi, tetapi tidak terlalu banyak jumlahnya. “Jadi bagi investor yang bermain sektor perkantoran harus lebih hati hati karena demand belum stabil,” jelasnya.

Sektor Apartemen, tambah Ferry, terlihat juga belum ada pemulihan sampai kuartal II tahun ini. Padahal pasokan apartemen dari tahun 2020 – 2021 jumlahnya mulai menyusut, dibandingkan dengan tahun 2019 penjualan apartemen sampai 8000 hingga 9000 unit. “Ketika ada pandemi penjualan apartemen terus alami penurunan tajam. “Penjualan apartemen dari awal tahun 2022 sampai pertengahan tahun 2022 ini, tak kurang dalam 300 unit,” kata Ferry.

Kenapa seperti, kata Ferry, confident turun dan secara keseluruhan penjualan apartemen ini alami penurunan sejak 2015-16 dan sebelum pandemi penjualan mulai menurun. Tetapi pandemi  2021-2022 ini memang memperparah kondisi.

“Selain itu, rendahnya penjualan juga disebabkan oleh musim libur sekolah, mendekati lebaran, diikuti oleh liburan anak sekolah dan masuk sekolah, sehingga penjualan menurun, sementara harga apartemen tidak banyak bergerak,” jelasnya.

Sektor ritel diperkirakan akan pulih, bila kasus Covid ini alami penurunan. Sehingga mal mall Kembali bangkit hal ini terlihat sudah mulai ramainya pengunjung ke mall. “Semester pertama ini sudah lumayan pengunjung banyak datang ke pusat pusat ritel,” katanya.

Begitu pula dengan tarif sewa yang ditawarkan belum terlihat ada peningkatan. Saat ini yang masih aktif di sektor ritel ada F&B, meski ruang sewa ritel yang ditempat tidak sebesar pada saat sebelum pandemi. “Fokus sekarang untuk retailer adalah tetap bertahan dan bisa ekspansi ke pusat perbelanjaan dengan kualitas space yang lebih kecil dari sebelumnya,” ujarnya.

Sektor hotel mulai adanya menunjukan perbaikan, setelah adanya kran pembukaan penerbangan, nasional maupun domestik mulai meningkat, setelah sebelumnya ditutup akibat pandemi. Beberapa tempat wisata dan juga kegiatan pertemuan di hotel mulai dibuka, sehingga sektor ini Kembali bangkit. “Pembukaan penerbangan dan penurunan PPKM ini membuat sektor mulai cepat bangkit,” kata Ferry.

Sektor industri, tambah Ferry sudah memasuki tahap pemulihan, baik penjualan lahan dan juga pergudangan sudah terlihat banyak transaksi. Harga lahan Kawasan industri masih harga lama dan pemilik belum berencana menaikan harga. Sampai kuartal II dominasi sektor data center itu masih besar, dan mendominasi sepertiga dari Kawasan industri.

Editor : Imam Muzakir (imam.muzakir@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN