Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pengisian BBM di SPBU.

Pengisian BBM di SPBU.

Pertamina Naikkan Harga BBM dan Gas Nonsubsidi

Minggu, 10 Juli 2022 | 20:44 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA - Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) menaikkan sejumlah harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas non-subsidi, menyusul tingginya harga Indonesian Crude Price (ICP) untuk BBM dan Contract Price Aramco (CPA) untuk LPG. Sementara harga bahan bakar subsidi seperti Pertalite, Solar, dan LPG 3 kg tidak mengalami perubahan harga.

Tercatat, harga minyak ICP per Juni menyentuh angka US$ 117,62 per barel, lebih tinggi sekitar 37% dari harga ICP pada Januari 2022. Sementara tren harga (CPA) pada Juli ini yang mencapai US$ 725 per metrik ton (MT), atau lebih tinggi 13% dari rata-rata CPA sepanjang tahun 2021.

“Pemerintah melalui Pertamina terus menjaga daya beli masyarakat dengan menjaga ketersediaan energi dengan harga yang terjangkau. Jadi, Pertalite, Solar dan LPG 3 kg dijual dengan harga tetap,” kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting di Jakarta, Minggu (10/7).

Irto mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk produk bahan bakar khusus (BBK) atau BBM non-subsidi, di antaranya Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG non-subsidi seperti Bright Gas. Untuk saat ini, hanya Pertamax yang merupakan BBM non-subsidi yang harganya tidak naik.

“Penyesuaian ini memang terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia. Saat ini penyesuaian kami lakukan kembali untuk produk Pertamax Turbo dan Dex Series yang porsinya sekitar 5% dari total konsumsi BBM nasional, serta produk LPG non-subsidi yang porsinya sekitar 6% dari total konsumsi LPG nasional,” jelas Irto.

Tercatat, harga baru yang berlaku mulai tanggal 10 Juli 2022 ini meliputi Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp16.200 dari sebelumnya Rp14.500, Pertamina Dex (CN 53) naik menjadi Rp16.500 sebelumnya Rp13.700. Harga Dexlite (CN 51) menjadi Rp15.000 dari sebelumnya Rp12.950 untuk wilayah DKI Jakarta atau daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5%. Sementara LPG non-subsidi seperti Bright Gas akan disesuaikan sekitar Rp2.000 per kg.

Bright Gas Pertamina
Bright Gas Pertamina

“Seluruh penyesuaian harga di angka sekitar Rp2.000 baik per liter untuk BBM dan per kg untuk LPG, harga ini masih sangat kompetitif dibandingkan produk dengan kualitas setara. Untuk yang subsidi, pemerintah masih turut andil besar dengan tidak menyesuaikan harganya,” imbuh Irto.

Harga BBM Nonsubsidi per 10 Juli 2022

Jenis BBM

Sebelum Kenaikan

Setelah Kenaikan

Pertamax Turbo

Rp 14.500

Rp 16.200

Pertamina DEX

Rp 13.700

Rp 16.500

Dexlite

Rp 12.900

Rp 15.000

Sumber: PT Pertamina

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com