Menu
Sign in
@ Contact
Search
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mewakil Kementerian Investasi/BKPM dengan Dirut Krakatau Steel Silmy Karim dan CEO Posco Hag-Dong. Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mewakil Kementerian Investasi/BKPM dengan Dirut Krakatau Steel Silmy Karim dan CEO Posco Hag-Dong. Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Didukung BKPM, Krakatau Steel (KRAS) dan Posco Pastikan Investasi Baja US$ 3,5 Miliar

Kamis, 28 Juli 2022 | 11:59 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjalin kerja sama dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) dan Posco uantuk memfasilitasi perluasan kapasitas produksi dan produksi baja otomotif untuk kendaraan listrik. Total investasinya diperkirakan mencapai US$ 3,5 miliar dengan target dimulai pada 2023.

Kerja sama ini juga dalam rangka fasilitasi rencana proyek pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mewakil Kementerian Investasi/BKPM dengan Dirut Krakatau Steel Silmy Karim dan CEO Posco Hag-Dong. Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta, Kamis (28/7).

Baca juga: Krakatau Steel (KRAS) Butuh Dana Rp 57 T, Salah Satunya dari IPO Krakatau Posco

Bahlil menyambut baik kerja sama ini dan berharap perluasan investasi yang dilakukan berjalan sesuai rencana, sehingga dapat berkontribusi untuk mendorong peningkatan produksi baja otomotif di Indonesia serta mempercepat terwujudnya pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah juga memastikan ikut memfasilitasi proses perizinan dan pemberian insentif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya sangat senang dengan komitmen dari PT KS dan Posco untuk investasinya di Indonesia. Perluasan investasi ini pastinya akan berkontribusi besar pada pertumbuhan industri baja di Indonesia ke depan. Kami akan fasilitasi dan beri dukungan penuh agar proyek ini berjalan lancar. Izin akan kami bantu urus. Kalau ada masalah, jangan ragu untuk laporkan kepada kami,” ucap Bahlil dalam siaran pers pada Kamis (28/7).

Meskipun berkomitmen untuk mendukung perizinan dan insentif, Bahlil menekankan kewajiban untuk melakukan kolaborasi dengan pengusaha lokal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Keterlibatan pelaku UMKM dalam proyek kerja sama juga dipastikan oleh Kementerian Investasi/BKPM, dengan tetap memperhatikan kapabilitas dan kapasitas pengusaha lokal sebagai rantai pasok dan pemasok potensial.

Rencana Investasi

Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Silmy Karim menyampaikan, dukungan pemerintah sangat membantu perkembangan rencana perluasan investasi Krakatau Steel dan Posco. Dengan adanya kesepakatan ini, Krakatau Steel akan terus aktif berkolaborasi dalam mengimplementasikan rencana investasi sesuai dengan target.

“Kami mengapresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah khususnya Kementerian Investasi dalam upaya merealisasikan perluasan investasi PT Krakatau Posco ini," tutur Silmy.

Baca juga: Kementerian Investasi/BKPM Selesaikan Investasi Mangkrak Rp 558,7 Triliun

CEO Posco Kim Hag-Dong menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kementerian Investasi/BKPM yang telah memfasilitasi proyek ini mulai dari awal sampai dengan tahap perluasan ini. Posco telah berinvestasi di Indonesia melalui PT Krakatau Posco, sebuah perusahaan joint venture PT KS dengan Posco yang berdiri sejak tahun 2010.

PT Krakatau Posco bergerak di sektor industri baja dengan total investasi sebesar US$ 3,7 miliar dan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 7.000 orang. Selain itu, Posco juga menjadi bagian dari konsorsium LG dalam proyek grand package industri baterai listrik terintegrasi dengan total nilai investasi mencapai US$ 9,8 miliar.

"Sejak tahap awal investasi, kami difasilitasi dengan baik oleh Kementerian Investasi/BKPM. Karena itulah kami yakin untuk melakukan perluasan. Kami harap investasi ini dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia dan terus meningkatkan hubungan kerja sama investasi antara Indonesia dan Korea Selatan ke depannya," ucap Kim.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi Korea Selatan sepanjang periode 2017 sampai dengan semester I 2022 berada pada peringkat 5 dengan capaian sebesar US$ 9,08 miliar. Nilai tersebut didominasi oleh investasi pada sektor industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain yang mencapai US$ 1,69 miliar (18,6%), kemudian disusul oleh investasi di sektor listrik, gas, dan air sebesar US$ 1,35 miliar (14,9%); industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam sebesar US$ 920 juta (10,1%); industri barang dari kulit dan alas kaki sebesar US$ 860 juta (9,5%), serta industri kimia dan farmasi sebesar US$ 850 juta (9,4%) miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com