Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Natan Kacaribu

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Natan Kacaribu

80% LPG yang Beredar di Masyarakat Barang Bersubsidi

Senin, 8 Agustus 2022 | 14:21 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id- Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menjelaskan, sekitar 80 % liquid petroleum gas (LPG) yang beredar di masyarakat merupakan barang bersubsidi tabung ukuran 3 kilogram atau ‘tabung gas melon’. Alhasil, LPG 3 kg ini dapat dinikmati oleh semua kalangan termasuk kalangan mampu sehingga menyebabkan distribusinya tidak tepat sasaran.

"Sebanyak 80% lebih LPG yang beredar adalah yang mendapatkan subsidi. Jadi tidak lagi hanya dinikmati masyarakat miskin dan rentan tapi ini (dinikmati) hampir seluruh masyarakat," ucap Febrio dalam Taklimat Media, Senin (8/8/2022).

Baca juga: BKF Kemenkeu Optimistis Kinerja Ekonomi Kuartal III Akan Lebih Kuat

Febrio berjanji pemerintah akan terus memperbaiki dan mempertajam kebijakan subsidi agar lebih tepat sasaran yakni dengan penggantian dari subsidi terbuka menjadi berbasis orang. Sebagaimana diketahui  empat desil termiskin ternyata hanya menikmati 23,3% dari total subsidi. Sementara empat desil terkaya justru menikmati 57,9% dari total subsidi.

"Ini harus kita perbaiki begitu kita melihat ekonomi membaik dan daya beli pulih, kita akan mendorong subsidi makin tepat sasaran," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah menggelontorkan belanja subsidi dan kompensasi energi (BBM dan LPG) senilai Rp 502,4 triliun pada tahun ini. Tingginya harga energi secara global membuat subsidi harus digelontorkan, agar harga di tingkat konsumen, sehingga daya beli tetap terjaga dan inflasi tidak terus naik.

Baca juga: BKF Prediksi Defisit APBN 2022 Lebih Kecil dari 3,92% terhadap PDB

Sebagaimana diketahui pemerintah dan DPR RI telah menyepakati adanya tambahan kompensasi dan subsidi energi Rp 502,4 triliun. Dengan rincian, tambahan subsidi energi dari alokasi awal sebesar Rp 152 triliun. Ada tambahan sekitar Rp74,9 triliun yang dibagi pada subsidi BBM Rp71,8 triliun dan subsidi listrik Rp3,1 triliun. Kemudian tambahan kompensasi BBM pada 2022 sebesar Rp 216,1 triliun. Ini dibagi kepada BBM sebesar Rp 194,7 triliun dan kompensasi listrik Rp 21,4 triliun.

"Untuk realisasi subsidi hingga Juli realisasinya Rp 116,2 triliun atau tumbuh 17,5% (yoy)sedangkan kompensasi BBM dan listrik tercatat Rp 104,8 triliun atau tumbuh signifikan hingga 512,7% (yoy) dan pembayaran subsidi dan kompensasi masih akan terus berjalan hingga akhir tahun," tutup Febrio.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com