Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2023, 16 Agustus 2022.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2023, 16 Agustus 2022.

Banyak Tantangan, Airlangga Hartarto Proyeksikan Inflasi Tembus 4,4-4,8%

Kamis, 18 Agustus 2022 | 11:29 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan laju inflasi tahun ini berada dalam kisaran 4,4-4,8% tahun ini. Proyeksi ini meningkat dari kisaran inflasi dalam asumsi APBN 2022 sebesar 3 plus minus 1%. 

Baca juga: Jokowi: Anggaran Tak Terduga Bisa untuk Atasi Inflasi di Daerah

Dia mengatakan, beberapa faktor tantangan yang menyebabkan laju inflasi di paruh kedua naik. Pertama, peningkatan harga komoditas global, cuaca, hingga faktor produksi yang terjadi di beberapa daerah.

"Dapat kami laporkan, pengendalian inflasi menghadapi tantangan, sehingga laju inflasi 2022 di kisaran 4,4-4,8% (yoy). sedangkan versi Bloomberg laju inflasi Indonesia di 4,5% (yoy),” ucapnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022 di Istana, Kamis (18/8).

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juli mencapai 4,94% (year on year) atau lebih tinggi, dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya 4,45% (yoy). Sedangkan inflasi inti masih terjaga di level 2,86% (yoy).

Baca juga: Jokowi Targetkan Inflasi 2023 di Kisaran 3,3%

Disamping itu, Airlangga melaporkan, harga pangan hingga hari ini relatif sudah stabil. Bahkan, sudah menujukkan penurunan, seperti harga beras, daging sapi, daging ayam, gula pasir, bawang merah, bawang putih hingga cabai merah. "Harga daging ayam sudah dibawah Rp 20 ribu itu malah terlalu rendah. Jadi kami melihat segi inflasi komponen bergejolak atau volotaile food pangan sudah relatif terkendali dibandingkan (Lebaran) kemarin terjadi kenaikan demand"ucapnya.

Tak hanya itu secara spasial, kata Airlangga, terdapat 30 Provinsi yang realisasi (inflasinya) di atas nasional. Oleh karena itu, perlunya dipercepat koordinasi dan sinergi antara tim pengendali inflasi pusat dan pengendali inflasi daerah untuk bersama menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan pasokan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com