Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara kuliah umum di S Rajaratnam School of  International Studies (RSIS), Singapura, Senin (29/08/2022). Airlangga didampingi Ambassador Ong Keng Yong, Executive Deputy Chairman S Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura. (Foto: Primus Dorimulu)

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara kuliah umum di S Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura, Senin (29/08/2022). Airlangga didampingi Ambassador Ong Keng Yong, Executive Deputy Chairman S Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura. (Foto: Primus Dorimulu)

Pemerintah Mempersiapkan Kenaikan Harga BBM

Senin, 29 Agustus 2022 | 18:00 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Merespons beban fiskal yang membengkak akibat lonjakan harga minyak mentah di pasar dunia, pemerintah sedang mempersiapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Salah satu persiapan adalah alokasi dana perlindungan sosial.

“Harga BBM akan dinaikkan setelah semua persiapan sudah beres,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara kuliah umum di S Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura, Senin (29/08/2022). Sejumlah sumber mengatakan, harga BBM akan diumumkan pekan ini.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara kuliah umum di S Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura, Senin (29/08/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

Hari ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah menyiapkan bantuan sosial (bansos) tambahan sebesar Rp 24,17 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat yang terdampak kenaikan harga komoditas dan energi di tingkat global.

“Terkait pengalihan subsidi BBM, masyarakat akan mendapatkan bantuan sosial atau bansos dalam rangka meningkatkan daya beli. Karena dalam waktu terakhir memang tendensi kenaikan harga yang berasal dari pengaruh global, perlu untuk direspons,” kata Menkeu saat memberikan keterangan pers, usai rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/8/2022).

Baca juga: Apakah Bantalan Sosial Jadi Sinyal Harga BBM Segera Naik? Ini Kata Menkeu dan Mensos

Sri Mulyani menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis bantalan sosial yang diberikan pemerintah. Pertama, bantuan langsung tunai yang akan diberikan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran Rp 12,4 triliun.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara kuliah umum di S Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura, Senin (29/08/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

Nantinya, setiap keluarga penerima manfaat akan menerima dana sebesar Rp 600.000, yang akan dibayarkan sebanyak 4 kali dengan nominal per bulan Rp 150.000 "Ini akan mulai dibayarkan oleh ibu Menteri Sosial sebesar Rp 150.000 selama 4 kali pembayaran," ungkapnya.

Kedua, bantuan sosial upah sebesar Rp 600.000 kepada 16 juta pekerja dengan syarat memiliki gaji maksimal Rp 3,5 juta per bulan. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 9,6 triliun. "Ini nanti ibu Menaker akan menerbitkan petunjuk teknis, jadi langsung bisa dilakukan pembayaran kepada para pekerja tersebut," jelas Sri.

Suasana saat Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kuliah umum di S Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura, Senin (29/08/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

Baca juga: Mensos Sebut Bansos Baru Akan Disalurkan Per 1 September

Ketiga, subsidi transportasi angkutan umum melalui pemerintah daerah (pemda). Dalam hal ini, Kementerian Dalam Negeri akan menerbitkan aturan, karena di Kementerian Keuangan sudah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan dimana 2% dari dana transfer umum yakni DAU dan DBH sebesar Rp 2,17 triliun dalam rangka membantu sektor untuk transportasi, angkutan umum, sampai ojek dan nelayan.

"Dalam hal ini, masyarakat diberikan 3 jenis bantalan sosial. Total bantalan sosial ditetapkan dan Presiden minta agar bisa dieksekusi minggu ini sebesar Rp 24,17 triliun," ujarnya.

Suasana saat Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kuliah umum di S Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura, Senin (29/08/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

Dengan berbagai bantalan sosial ini, Menkeu berharap dapat mengurangi beban masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan karena terengaruh tekanan harga sebagai imbas kenaikan harga energi dan pangan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com