Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mendampingi Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait kenaikan harga BBM di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu, 3 September 2022. (BPMI Setpres)

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mendampingi Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait kenaikan harga BBM di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu, 3 September 2022. (BPMI Setpres)

Anggaran Subsidi BBM, Elpiji, dan Listrik sudah Naik 3 Kali Total Rp 502,4 T

Sabtu, 3 September 2022 | 15:12 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan soal kenaikan subsidi yang disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menyebutkan, anggaran subsidi yang selama ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 tahun 2022 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 104 tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022 telah dinaikkan 3 kali lipat. Sehingga total anggaran subsidi untuk BBM, elpiji, dan listrik mencapai Rp 502,4 triliun.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Tapi BBM Naik, Ini Penjelasan Sri Mulyani

“Jadi tadi telah disampaikan bahwa anggaran subsidi yang selama ini dalam Perpres 98 dimana pemerintah sudah menaikkan 3 kali lipat adalah bentuk kenaikan subsidi untuk BBM dan elpiji dari tadinya hanya Rp 77,5 triliun ke Rp 149,4 triliun,” kata Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (3/9/2022).

Sedangkan subsidi untuk listrik, ungkap Sri, dinaikkan dari awalnya sebesar Rp 56,5 triliun menjadi Rp 59,6 triliun. Kemudian, kompensasi BBM dinaikkan dari Rp 18,5 triliun menjadi Rp 252,5 triliun.  Lalu, kompensasi untuk listrik naik dari nol menjadi Rp 41 triliun. “Sehingga total subsidi dan kompensasi untuk BBM, elpiji, listrik, itu mencapai Rp 502,4 triliun,” ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Resmi Naik, Ini Daftar Harga BBM Mulai Hari Ini 3 September 2022

Dijelaskannya, angka Rp 502,4 triliun harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang bisa mencapai US$ 105 per barel dengan kurs Rp 14.700 per dolar AS. Kemudian berdasarkan volume dari pertalite yang diperkirakan akan mencapai 29 juta kiloliter (KL), sedangkan volume solar bersubsidi adalah 17,44 juta KL.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com