Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pekerja informal melakukan perawatan luar gedung bertingkat di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (11/11/2021).  Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Pekerja informal melakukan perawatan luar gedung bertingkat di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (11/11/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Pasar Perkantoran Kuartal III Mulai Bergerak Naik

Rabu, 5 Oktober 2022 | 17:34 WIB
Imam Muzakir (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – Konsultan Properti Colliers International Indonesia menyebutkan bahwa, sektor perkantoran pada kuartal III tahun 2022 mulai bangkit dan bergerak naik di Kawasan Central Business District (CBD) maupun juga non CBD, meski kondisi ekonomi belum stabil dan tahun depan ada bayang bayang krisis global.

“Secara umum, siklus property clock saat ini jam 7, mulai ada indikasi membaik. Selama kuartal III lebih banyak permintaan ruang kantor. Tidak hanya lokal, tetapi juga dari perusahaan internasional,” ungkap Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto , dalam acara Colliers Virtual Media Briefing Q3 2022, di Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Menurut Ferry, pada kuartal III ini banyak perusahaan yang berasal dari sektor logistic dan manufacturing mulai aktif mencari ruang kantor di Jakarta. sehingga pasar perkantoran sampai akhir tahun 2022 diperkirakan bakal terus bergerak naik.

Sementara itu, kinerja untuk kuartal III ini, kata Ferry, tidak ada gedung baru yang beroperasi di CBD maupun di luar CBD. Pasok kumulatif perkantoran hingga saat ini 7.04 juta meter persegi di CBD dan 3.69 juta m2 di luar CBD. “Beberapa proyek kembali mengalami kemunduran jadwal penyelesaian dari tahun ini menjadi tahun depan,” kata Ferry.

Ferry menjelaskan, beberapa faktor penyebab lambatnya sektor perkantoran ini melambat, karena faktor kondisi ekonomi makro juga berpengaruh terhadap tingkat okupansi ruang perkantoran, kemudian pasok yang masih cukup besar. “Hal ini memungkinkan terjadinya pergeseran penyelesaian beberapa gedung kantor dan juga adanya Pasokan tambahan hingga tahun 2023,” kata Ferry.

Sementara itu, untuk tingkat hunian di kawasan CBD mencapai 75.1%, dan di luar CBD 75.7%. Rata-rata tingkat hunian perkantoran Premium dan grade A lebih tinggi. “Sudah mulai ada beberapa leads & inquiry yang masuk untuk ekspansi maupun relokasi,” ujarnya.

Sementara pasokan ruang perkantoran yang tinggi, tingkat hunian diproyeksikan akan terus turun dan tingkat hunian diperkirakan membaik dengan pasokan di 2024-2025 dan didorong dengan pulihnya kondisi ekonomi. “Bisnis di sektor energi terbarukan diperkirakan akan banyak tumbuh dan meningkatkan okupansi sektor perkantoran,” jelasnya.

Untuk harga sewa di Kawasan CBD diperkirakan Rp234,342 m2 dan di luar CBD sekitar Rp176,711. Harga tersebut merupakan harga yang ditawarkan oleh pemilik Gedung. Hal ini kemungkinan bisa juga turun tergantung penawaran dari pemilik Gedung dan penyewa.

“Tarif sewa kantor Premium dan grade A cenderung stabil, saat ini masih Tenants’ Market, pemilik gedung masih harus terus adaptif dan fleksibel,” jelasnya.

Namun demikian, lanjut Ferry, harga sewa bisa mengalami peningkatan di mana banyak gedung kelas premium dengan tarif sewa di atas rata-rata keseluruhan. “Saran kami untuk penyewa, saat ini masih waktu yang tepat untuk relokasi atau renewal dengan paket sewa yang kompetitif,” ujarnya.

Sementara itu Head of Office Service Colliers Indonesia Bagus Adikusumo, mengatakan, pasar perkantoran pada tahun 2022 ini mulai membaik hal ini terlihat dari laporan kuartal 1 dan 2 permintaan kantor terus meningkat dan ada beberapa kantor yang ekspansi dan beberapa perusahaan yang pindah kantor dan ini terbukti meningkat. “Hal ini berarti terbukti meningkat melihat peningkatan permintaan ruang perkantoran di kuartal II dan III dimana pertumbuhannya diatas 3%. ini membuktikan polarisasi pertumbuhan ekonomi dan permintaan perkantoran parallel. Jadi sama ada korelasi yang baik,” kata Bagus.

Pada kuartal IV 2022, perkirakan akan tetap membaik, karena memang secara umum ekonomi kita baik diatas 5%. Sementara untuk tahun 2023, dengan analisas pasar bahwa ekonomi global akan terkoreksi, mulai beberapa negara alami resesi ini bisa ditentukan bagaimana pemerintah mempertahankan pertumbuhan ekonomi 4-5% pasti kita tidak terpengaruh sektor perkantoran.

“Apalagi perkantoran inikan masih over suplai, pasokan perkantoran sampai 2023 masih ada dan 2024 -2025 tidak ada. Kami lihat pasar perkantoran masih tetap bergairah,” kata Bagus.

Editor : Imam Muzakir (imam.muzakir@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com