Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Ada Tiga Faktor Pendorong Kebangkitan Properti

Rabu, 25 November 2020 | 17:03 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA-Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk John Riady mengungkapkan, ada tiga faktor besar yang membuat sektor properti kembali bangkit, setelah delapan tahun industri ini mengalami perlambatan dan berjalan lamban.

Ketiga faktor tersebut adalah adanya UU Cipta Kerja yang sudah disahkan oleh DPR, pertumbuhan demografi penduduk Indonesia yang cukup besar, dan peran perbankan dalam memberikan kemudahan masyarakat untuk kredit pemilikan rumah ataupun apartemen (KPR/KPA).

“Ketiga hal ini akan menjadi pendorong yang sangat  baik bagi industri properti dalam kurun waktu 8-10 tahun ke depan,” ungkap John Riady, saat jadi pembicara dalam Economic Outlook 2021 di Jakarta, Rabu (25/11).

John Riady mengatakan, industri properti akan kembali bangkit. Dari siklus bisnis properti, bisa dilihat jelas bahwa sejak 2012 atau sudah 8 tahun berjalan agak lamban dan lesu. “Tetapi sangat disyukuri bahwa dalam setahun terakhir ini, industri properti semakin kuat dan juga semakin positif,” kata John.

Salah satu sentimen positif yang disebut John adalah UU Cipta Kerja. Hal itu juga secara jelas diungkapkan oleh Sekjen Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto bahwa UU Cipta Kerja sangat penting bagi pendorong industri properti.

Kemudian masalah bonus demografi juga menjadi modal, karena mereka potensial sebagai pembeli rumah. “Sekarang kita lihat, seperti di Jakarta tingkat kepemilikan rumah hanya 48%, masih jauh dari negara lainnya seperti Malaysia, Tiongkok, ataupun India,” katanya.

John Riady melihat bahwa dalam waktu 10 tahun ke depan, bonus demografi di Indonesia ini bakal menjadi tren dan akan melihat satu gelombang besar peningkatan rumah yang cukup pesat. “Faktor ini merupakan tren besar dan akan  menjadi pendorong dalam siklus properti  dalam 8-10 ke depan,” katanya.

John juga melihat dukungan dari perbankan untuk pembiayaan KPR dan KPA dalam memberikan kemudahan kredit sangat bagus, meski sumbangsih untuk PDB masih sangat kecil sebesar 5% di Indonesia. “Kami juga berterima kasih mendapatkan dukungan sangat baik dari perbankan untuk bersama-sama memajukan sektor properti dan ekonomi nasional,” ujarnya.

Dia mencontohkan Lippo Karawaci yang pada kuartal III ini, marketing sales meningkat  tiga kali lipat dibanding tahun lalu dan ini merupakan salah satu indikator dari pertumbuhan ekonomi yang sudah mulai membaik dan diharapkan tahun depan akan lebih baik lagi.***

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN