Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Airlangga: Anggaran untuk Vaksin Gratis Disiapkan hingga Rp 73 Triliun

Kamis, 24 Desember 2020 | 17:31 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah menyiapkan anggaran dalam kisaran Rp 63 triliun hingga Rp 73 triliun untuk pengadaan vaksin gratis Covid-19 tahun depan.

“Tahun 2021 anggaran kesehatan cukup besar dan pemerintah juga menganggarkan untuk vaksinasi yang dari pembahasan itu kisarannya antara Rp 63 triliun hingga Rp 73 triliun," kata Airlangga dalam video conference dengan tema Outlook 2021: Wajah Indonesia Setelah Pandemi di Jakarta, Kamis (24/12).

Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan anggaran kesehatan untuk 2021 sebesar Rp 169,7 triliun guna mendukung akselerasi pemulihan dan transformasi ekonomi. “Itu merupakan antisipasi pemerintah yang jelas terhadap kehadiran pemerintah untuk pengadaan vaksin agar masyarakat seluruhnya bisa dicapai herd imunity 70%," kata dia.

Menurut Airlangga, pemerintah telah mendatangkan 1,2 juta vaksin Sinovac asal Tiongkok pada awal bulan ini. Selanjutnya masih akan didatangkan 1,8 juta vaksin yang sama ditambah dengan 15 juta bahan baku vaksin yang akan diolah di dalam negeri.

"(Vaksin) Sinovac yang sudah ada di Indonesia 1,2 juta dosis. Ini untuk masyarakat disuntiknya dua kali, sehingga kalau 1,2 juta itu untuk 600 ribu (orang). Kedua, pada Januari nanti akan masuk jumlah vaksin jadinya 1,2 juta ditambah 1,8 juta. Nah ini sedang dipersiapkan," papar dia.

Pemerintah pun, lanjut Airlangga, membuka kemungkinan mendatangkan vaksin Covid-19 lain seperti dari AstraZeneca, Pfizer, Novavax, mapun Covax. Hingga saat ini, pemerintah masih melakukan negosiasi dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada kuartal II-2021.

"Kami sudah mengirim letter of interest dan sedang dalam proses negosiasi dan tentu akan ada finalisasi. Jadi, dari segi pengadaan, dari segi akses sudah disiapkan seluruhnya oleh pemerintah," tandas Airlangga.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah tengah menunggu izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait dengan emergency use authorization vaksin Covid-19 produk Sinovac. Sementara, sebelum mengeluarkan izin, BPOM harus melengkapi hasil uji klinis lain yang dilakukan di negara lain.

Dalam beberapa hari ini, lanjut dia, BPOM akan mendapatkan hasil penelitian atau uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan di Brasil, uji klinis tahap pertama dan kedua dari Sinovac di Tiongkok, dan laporan hasil uji klinis yang dilakukan di Bandung.

"Tiga data itu dikombinasikan BPOM secara scientific dan kami berharap, Januari (2021) emergency use authorization bisa diberikan," kata dia.

Apabila semua berjalan sesuai jadwal, tambah Airlangga, sebelum 25 Desember 2020, penelitian uji klinis di Brasil selesai dilakukan dan pada 28 Desember 2020 akan diumumkan. Setelah izin dari BPOM keluar, maka proses vaksinasi bisa dilakukan dengan penyuntikan sebanyak dua dosis tiap orang.

Selain produk Sinovac, Kementerian Kesehatan menetapkan lima vaksin lain yang akan digunakan di Indonesia sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9860 Tahun 2020. Kelima vaksin itu berasal dari Astra Zeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer dan BioNTech, serta vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero).

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN