Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan memperlihatkan uang rupiah di sebuah penukaran uang di Jakarta, Rabu (29/4/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan memperlihatkan uang rupiah di sebuah penukaran uang di Jakarta, Rabu (29/4/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Airlangga: Pencairan Subsidi Gaji Capai Rp 6,29 Triliun

Selasa, 15 September 2020 | 12:29 WIB
Tryan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, realisasi penyaluran subsidi gaji hingga 10 September 2020  telah mencapai Rp 6,29 triliun.

“Total realisasi penyaluran subsidi gaji batch I dan II per 10 September 2020 kepada 5,5 juta penerima sebesar Rp 6,29 triliun,” kata Airlangga dalam acara Sarasehan virtual, Selasa (15/9).

Dia menjelaskan, realisasi tersebut berasal dari batch pertama target penerima 2,5 juta penerima dengan total anggaran Rp 3 triliun dan terealisir Rp 2,97 triliun, kemudian untuk batch II penerimanya sebesar 3 juta dengan total anggaran Rp 3,6 triliun dengan realisasi Rp 3,32 triliun .

“Bantuan subsidi gaji diberikan Rp 600 ribu per bulan diberikan selama empat bulan, yang disalurkan setiap dua bulan. Sehingga, pencairan untuk setiap termin mencapai Rp 1,2 juta yang langsung dikirimkan ke rekening penerima,” terang dia.

Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Soes Hindharno berharap, bantuan subsidi gaji dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pekerja yang menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan ini juga diharapkan mengurangi beban para pekerja di masa pandemi.

“Bantuan subsidi upah ini diarahkan untuk menjaga dan meningkatkan daya beli pekerja/buruh serta mendongkrak konsumsi masyarakat. Sehingga, kemudian menimbulkan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Soes Hindharno dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (15/9).

Sementara untuk pencairan subsidi upah tahap III, menurut Soes, Kemnaker membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melakukan pemeriksaan data penerima bantuan subsidi yang jumlahnya lebih besar dari tahap I dan tahap II, yaitu sebanyak 3,5 juta orang calon penerima.

Sesuai dengan petunjuk teknis (juknis), kata dia, Kemenaker akan menggunakan 4 hari kerja itu secara maksismal untuk melakukan check list terhadap data pekerja yang diserahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Setelah dilakukan check list, lanjut dia, data tersebut akan diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Kemudian, KPPN menyalurkan uang subsidi gaji/upah tahap III tersebut kepada Bank Penyalur, yakni Bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Selanjutnya, Bank-bank Himbara akan menyalurkan uang subsidi gaji/upah ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta lainnya.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti KPPN, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Himbara, dan Bank Swasta penyalur untuk memperlancar dan mempercepat proses pencairan subsidi gaji ini,” pungkas dia.

 

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN