Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Airlangga Prediksi Ekonomi Kuartal I-2021 Rebound Menjadi Tumbuh 1,6-2,1%

Jumat, 5 Februari 2021 | 13:35 WIB
Triyan Pangastuti dan Nasori

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memprediksi, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 bisa mengalami pembalikan (rebound) yaitu menjadi tumbuh 1,6-2,1% (yoy), setelah pada kuartal IV-2020 masih mengalami kontraksi hingga 2,19% (yoy).

“Dengan target pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 4,5-5,5%, tentunya kami berharap masih ada pertumbuhan positif di kuartal I, range-nya kami perkirakan 1,6-2,1%,” ujar Airlangga dalam konferensi pers "Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2020: Menjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pengendalian Covid-19" secara virtual, Jumat (5/2).

Menurut dia, pekerjaan rumah (PR) pemerintah untuk mewujudkan proyeksi tersebut adalah mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga tumbuh 1,3-18% dan konsumsi pemerintah tumbuh lebih tinggi dari biasanya. “Yang biasanya kuartal I konsumsi pemerintah rendah 3-4%, kalau bisa kami dorong naik antara 4-5%,” ujar Airlangga.

Selain itu, kata dia, investasi yang tahun lalu mengalami kontraksi -4,1%, pemerintah berharap tahun ini bisa balik arah ke jalur positif. “Ini masih prognosa, tapi pemerintah menargetkan bisa tumbuh 3-4%,” ucap Airlangga.

PR lain yang akan dituntaskan pemerintah, lanjut Airlangga, adalah sektor ekspor dan impor yang belakangan mulai mengalami lonjakan. “Saat sekarang, masalah teknis yang dihadapi adalah kekurangan kontainer. Pemerintah akan menangani ini, sehingga demand yang melonjak bisa diantisipasi,” kata dia.

Menurut Airlangga, kelangkaan kontainer tersebut dipicu oleh penurunan cukup dalam impor tahun lalu hingga -13,9%. “Ekspor dan impor yang kurang berimbang tahun lalu menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah,” tanda dia.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN