Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Airlangga: Realisasi Program Bantuan untuk PKL Capai Rp 848 Miliar

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:27 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program bantuan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dan warteg berjalan optimal. Hingga 25 Oktober 2021 pemerintah sudah menyalurkan bantuan tersebut untuk  706.996 penerima dengan total dana Rp 848 miliar. Dalam program tersebut setiap penerima berhak mendapatkan dana Rp 1,2 juta.

“Rp 848 miliar adalah 70% dari pagu anggaran dan dengan demikian serapannya baik,  ini adalah mereka yang bukan penerima BPUM, bantuan ini efektif untuk membeli jaringan jaring pengaman kepada mereka yang belum mendapatkan bantuan,“ ucap Airlangga dalam  Konferensi Pers tentang Evaluasi Program PC-PEN dan Optimalisasi Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 pada Selasa (26/10/2021).

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.  Pemerintah akan melanjutkan program PEN dan  upaya perlindungan sosial di tahun 2022. Alokasi program PEN tahun 2022 yang disiapkan pemerintah yaitu klaster kesehatan Rp 77,05 triliun, Perlinsos Rp 126,54 triliun, program prioritas Rp 90,4 triliun, dan dukungan UMKM Rp 27,48 triliun.

Dalam pelaksanaan program PEN 2021 ini untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pemerintah sudah menyiapkan plafon Rp 285. Realisasi dari KUR  sudah mencapai 224 triliun dengan jumlah penerima 5,98 juta orang. 

“Ini juga menunjukkan bahwa programnya berjalan,” ucap Airlangga.

Airlangga mengatakan pemerintah juga akan memperluas penerima program Bantuan Subsidi Upah (BSU)  sebab dalam pelaksanaannya terdapat sisa anggaran  BSU sebesar  Rp 1,7 triliun.

“Sehingga penerima BSU diperluas sesuai dengan usulan dari dilaksanakan dapat dilaksanakan tidak ada perubahan dari kriteria penerima. Tentu dengan sisa anggaran ini akan ada perluasan 1,6 juta  pekerja,” ucapnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga 22 Oktober 2021 realisasi anggaran PEN  mencapai Rp 433,91 triliun atau 58,3% dari pagu Rp 744,77 triliun. Realisasi anggaran klaster kesehatan mencapai  Rp 116,82 triliun atau 54,3% dari pagu Rp 214,96 triliun. Realisasi anggaran klaster perlindungan sosial mencapai Rp 125,10 triliun atau 67% dari pagu Rp 186,64 triliun. Untuk klaster UMKM dan korporasi telah terealisasi Rp 63,2 triliun atau 38,9% dari pagu Rp 162,40 triliun. Realisasi untuk klaster program prioritas mencapai Rp 68,07 triliun atau 57,7% dari pagu Rp 117,94 triliun. Terakhir untuk klaster insentif usaha telah mencapai Rp 60,73 triliun atau 96,7 % dari  pagu  Rp 62,38 triliun. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN