Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Asosiasi UMKM Indonesia M. Ikhsan Igratubun dalam acara Webinar dengan tema Sinergi Bersama Mendorong UMKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual pada Rabu (8/12/2021). Webinar ini merupakan kerjasama Majalah Investor dengan Youtab Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT. Jamkrindo (Persero), PT. Pegadaian (Persero) dan Astrapay. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia M. Ikhsan Igratubun dalam acara Webinar dengan tema Sinergi Bersama Mendorong UMKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual pada Rabu (8/12/2021). Webinar ini merupakan kerjasama Majalah Investor dengan Youtab Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT. Jamkrindo (Persero), PT. Pegadaian (Persero) dan Astrapay. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Akumindo: 88% UMKM Sudah Alami Pemulihan Kegiatan Usaha

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:24 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Muhammad Ikhsan Ingratubun mengatakan saat ini 88% UMKM sudah kembali pulih kegiatan usahanya. UMKM menjadi sektor usaha yang paling terdampak dari kondisi pandemi Covid-19.

“Kami mencatat sekitar 87 sampai 88% sudah terjadi kenaikan pada saat ini,” ucap Ikhsan dalam webinar bertajuk Sinergi Bersama Mendorong UMKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan Berita Satu Media Holdings pada Rabu (8/12).

Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings selaku Moderator, Primus Dorimulu bersama pembicara: Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan  UMKM RI Eddy Satriya, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM, Kementerian BUMN RI Loto Srinaita Ginting, Ketua Komite Tetap Kewirausahaan Bidang Advokasi Wirausaha Kadin Indonesia Chrisma A. Albandjar, Ketua Asosiasi UMKM Indonesia M. Ikhsan Igratubun, CEO Youtap Indonesia Herman Suharto, Pengamat Ekonomi CORE Indonesia Piter Abdullah dalam acara Webinar dengan tema Sinergi Bersama Mendorong UMKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual pada Rabu (8/12/2021). Webinar ini merupakan kerjasama Majalah Investor dengan Youtab Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT. Jamkrindo (Persero), PT. Pegadaian (Persero) dan Astrapay. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings selaku Moderator, Primus Dorimulu bersama pembicara: Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UMKM RI Eddy Satriya, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM, Kementerian BUMN RI Loto Srinaita Ginting, Ketua Komite Tetap Kewirausahaan Bidang Advokasi Wirausaha Kadin Indonesia Chrisma A. Albandjar, Ketua Asosiasi UMKM Indonesia M. Ikhsan Igratubun, CEO Youtap Indonesia Herman Suharto, Pengamat Ekonomi CORE Indonesia Piter Abdullah dalam acara Webinar dengan tema Sinergi Bersama Mendorong UMKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual pada Rabu (8/12/2021). Webinar ini merupakan kerjasama Majalah Investor dengan Youtab Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT. Jamkrindo (Persero), PT. Pegadaian (Persero) dan Astrapay. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Dia mengatakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional cepat pulih maka pemerintah harus maka UMKM harus berjalan secara optimal. Sebab  UMKM memberikan kontribusi 60% ke Produk Domestik Bruto  (PDB), dan 99% ke penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu diperlukan sinergi antar pemangku kepentingan.

“Memang  pada saat pandemi 7 juta orang kehilangan pekerjaan yang akhirnya berdampak pada tingkat daya beli masyarakat yang jauh berkurang,” kata Ikhsan.

Ikhsan menuturkan dari data yang dia dapatkan pada saat pandemi  ada 87,5% UMKM mengalami penurunan omset. Hanya 12,5 UMKM yang omsetnya stabil dan meningkat saat pandemi.

“Ada 12,5% yang stabil bahkan naik pada saat pandemi. Produk yang paling banyak naik yaitu produk agrikultur. Dalam hal ini produk yang dihasilkan oleh petani dan nelayan,” ucapnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN