Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Izin WNA Beli Properti. Pekerja menyelesaikan pekerjaan sebuah proyek properti di Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (25/7/2020). Rencana pemberian izin bagi warga negara asing (WNA) membeli properti di Indonesia, akan dimasukkan dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja, yang rencananya sebelum akhir Agustus 2020 sudah disahkan. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Izin WNA Beli Properti. Pekerja menyelesaikan pekerjaan sebuah proyek properti di Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (25/7/2020). Rencana pemberian izin bagi warga negara asing (WNA) membeli properti di Indonesia, akan dimasukkan dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja, yang rencananya sebelum akhir Agustus 2020 sudah disahkan. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Anggaran Infrastruktur 2021 Dongkrak Pasar Properti

Senin, 7 Desember 2020 | 14:36 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -Kebijakan pemerintah yang menjadikan infrastruktur sebagai ujung tombak perekonomian nasional pada tahun 2021 dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 413,8 triliun atau naik sebesar 47,2% dari anggaran tahun lalu  sebesar Rp 281,1 triliun, akan berdampak positif bagi pasar properti di Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

“Peningkatan konektivitas ini bisa berdampak langsung pada perkembangan properti pada daerah-daerah satelit,” ungkap Country Manager Rumah.com Marine Novita, acara Property Market Outlook 2021, Rumah.com, secara virtual, Senin (7/12).

Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) menunjukkan kenaikan indeks harga properti pada area-area yang dilintasi oleh jalur tol. Seperti di Depok, misalnya, saat indeks harga Depok kuartal ketiga 2020 secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 2,61% secara tahunan, tetapi di kecamatan-kecamatan yang dilewati atau dekat dengan jalur tol baru, justru mengalami kenaikan seperti Cimanggis (9%), Limo (4%) dan Cinere (3%).

Sementara itu, kelurahan Cinangka di Kecamatan Sawangan, Depok, mengalami kenaikan hingga 35%. Sejumlah kecamatan di Tangerang Selatan yang berada di sekitar tol Cinere-Serpong juga mengalami kenaikan seperti Pondok Cabe (6%), Serpong (12%), dan Pamulang (19%).

Sementara itu, pembangunan sarana transportasi massal seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) terus berjalan. Tersedianya sarana MRT, LRT, dan juga jalur komuter (KRL commuterline) menjadi daya tarik bagi konsumen properti di Jabodetabek. Seperti langkah perusahaan BUMN Adhi Commuter yang membangun 10 apartemen dengan bendera LRT City di sepanjang jalur LRT di Jabodetabek seiring pembangunan LRT yang masih berjalan. Sebelumnya pengembang BUMN Perumnas bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) lebih dulu mengembangkan 3 hunian berkonsep TOD di jalur KRL.

“Dalam beberapa tahun terakhir, tata kota Jakarta Raya berkembang pesat.Transportasi umum menjadi jauh lebih nyaman dan terkoneksi, baik di dalam kota Jakarta maupun dengan wilayah sekitar seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi,” katanya.

Karena, kata dia, masyarakat mulai merasa mudah dan nyaman dalam bepergian. Ini membuat minat konsumen dalam membeli properti bergeser. Kini, mereka tak lagi keberatan membeli properti di lokasi yang agak jauh dari Jakarta, asalkan dekat dengan transportasi umum seperti KRL, TransJakarta, ataupun LRT dan MRT.

“Langkah pemerintah yang terus menitikberatkan pembangunan infrastruktur konektivitas membuat konsumen semakin yakin bahwa properti-properti di sekitar transportasi umum ini memiliki prospek yang bagus di kemudian hari,” tambahnya.

Sementara itu di sisi moneter, Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga Bank Indonesia 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) menjadi 3,75% pada 19 November 2020. Keputusan ini sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Penurunan BI7DRR selalu menjadi indikasi terhadap tingkat inflasi dan stabilitas eksternal. Dengan demikian, jika suku bunga BI7DRR ini tetap terjaga, atau bahkan kembali turun di Desember nanti, kita bisa mengharapkan situasi ekonomi yang lebih stabil pula di 2021,” ujarnya.

Marine juga berharap agar laju penurunan suku bunga BI7DRR ini diikuti pula oleh suku bunga KPR. Berdasarkan data hingga Agustus 2020, rata-rata suku bunga KPR dan KPA sejak Januari 2019 adalah 8,75% sementara rata-rata suku bunga BI7DRR berada di angka 5,15%.

Adapun pergerakan suku bunga KPR dan KPA juga belum sedinamis BI7DRR. Saat suku bunga BI7DRR sudah mengalami penurunan sebesar 25% pada September 2020 dibandingkan awal tahun 2020, suku bunga KPR dan KPA hanya turun sekitar 5,3% pada periode yang sama.

“Berdasarkan data Rumah.com Consumer Sentiment Survey 2020, sebanyak 73% responden menyebutkan suku bunga sebagai pertimbangan utama dalam membeli properti. Suku bunga KPR yang lebih rendah akan membuat konsumen lebih percaya diri mengambil keputusan membeli properti,” jelasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN