Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati

Anggaran Program Kartu Pra Kerja Dinaikkan 2 Kali Lipat

Rabu, 27 Januari 2021 | 16:23 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah telah menaikkan anggaran program Kartu Pra Kerja dua kali lipat menjadi Rp 20 triliun di tahun ini. Kenaikan ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar program kartu pra kerja anggaranya sama seperti tahun lalu.

 

“Bapak Presiden Joko Widodo memutuskan anggaran program pra kerja ditingkatkan 2 kali lipat tadinya Rp 10 triliun tahun ini supaya disamakan seperti tahun lalu menjadi Rp 20 triliun. Jadi kami tambahkan Rp 10 triliun,” kata dia dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (27/1).

 

Selain kartu pra kerja, pemerintah juga akan melanjutkan program stimulus untuk diskon listrik hingga kuartal II. Namun pada periode April hingga Juni, pemerintah mulai menurunkan persentase diskon tarif listrik yang diberikan.

 

Untuk pelanggan 450 volt ampere (VA), saat ini mendapatkan diskon tarif listrik 100% atau digratiskan hingga tiga bulan mendatang. Setelah itu, diskon tarif akan diturunkan menjadi hanya 50%. Begitu juga bagi pelanggan 900 VA, diskonnya pun akan dikurangi menjadi 25%.

 

“Ini tujuannya, di saat ekonomi mulai tumbuh, maka normalisasi bantuan pemerintah mulai ditarik,” ungkap Sri Mulyani.

 

Kemudian untuk bantuan kuota internet bagi pelajar dan pengajar akan dilanjutkan di tahun ini. Hanya saja, anggarannya belum sempat dimasukkan dalam UU APBN 2021 dalam pagu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama.

 

Sementrara itu, untuk bantuan sosial tunai juga akan diberikan tambahan oleh pemerintah menjadi Rp 300 ribu per bulan dari sebelumnya Rp 200 ribu per bulan.

 

Dengan demikian, terdapat penambahan anggaran Rp 36 triliun untuk pos perlindungan sosial dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2021. Secara keseluruhan, pemerintah menetapkan anggaran untuk pos perlindungan sosial dalam Program PEN 2021 sebesar Rp 150,96 triliun.

 

Selain itu, anggaran PEN pun naik dari angka sebelumnya sebesar Rp 403 triliun menjadi Rp 553,1 triliun. Jumlah tersebut hampir mendekati angka realisasi PEN 2020 yang tercatat mencapai Rp 579,8 triliun.

 

“Dalam hal ini komposisi PEN mengikuti nomenklatur atau pengelompokan seperti tahun 2020 sebesar Rp 695 triliun dengan realisasi Rp 579 triliun. Untuk 2021 mencapai Rp 553 triliun, dalam hal ini jumlah PEN masih relatif sama dari yang terealissasi di 2020,” tutur Sri Mulyani.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN