Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anindya Bakrie . Foto: bakrieglobal.com

Anindya Bakrie . Foto: bakrieglobal.com

Anindya Bakrie: Covid-19 Ujian bagi CEO

Senin, 1 Maret 2021 | 11:20 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Wakil ketua umum Kadin Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan (OKP) Daerah Anindya Bakrie menyatakan bahwa di balik dampak negatif yang ditimbulkannya, banyak hikmah yang bisa dipetik dari pandemi Covid-19.

Krisis akibat pandemi corona menjadi ujian bagi para pemimpin perusahaan (CEO) untuk menjaga sisi keuangan perusahaan dan sisi kemanusiaan dari para karyawan. Hikmah itu pula yang sedang diambil dan dipahami Anindya Bakrie.

“Pada masa-masa sulit pasti ada proses pembelajaran yang bisa diambil untuk bergerak maju,” tutur alumnus Stanford University Graduate School of Business ini, Dalam wawancara dengan Investor Daily baru-baru ini.

Bagi Anindya, kemampuan perusahaan dan semua perangkatnya untuk beradaptasi merupakan hal utama, di samping kemampuan berinovasi, dalam menghadapi pandemi. Untuk bisa melakukan hal itu, manajemen memerlukan tim kerja yang kuat.

“Manajemen perlu memastikan punya orang-orang yang tepat di setiap posisi dan pekerjaan,” ujar dia.

Bakrie & Brothers telah melakukan stress test untuk menganalisa secara menyeluruh dan melakukan simulasi terhadap kinerja unit-unit usaha yang terdampak pandemi. Hasil stress test turut membantu emiten yang melantai di BEI dengan sandi saham BNBR itu untuk menyiapkan langkah-langkah bisnis secara lebih baik.

“Misalnya kami menetapkan fokus kepada industrialisasi sebagai arah perusahaan ke depan,” tandasnya.

Sebagai pengurus Kadin Indonesia, Anindya Bakrie juga aktif memberikan masukan kepada pemerintah.

Dalam pandangan Anindya, koordinasi di antara fungsi dan pejabat pemerintah perlu ditingkatkan, baik antara pemerintah pusat dan daerah, antarkementerian dan lembaga (K/L), maupun koordinasi yang terkait dengan tim gugus tugas penanganan Covid.

Saat ini program-program stimulus cenderung hanya fokus ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sedangkan perusahaan-perusahaan besar (korporasi) relatif kurang mendapatkan perhatian.

“Dapat dibayangkan jika stimulus tidak merata dan tidak dapat menyentuh semua pelaku usaha, maka akan banyak usaha yang kolaps dan dampaknya akan meluas. Karyawan akan dirumahkan dan ribuan UMKM yang menggantungkan usahanya kepada korporasi juga akan mengalami hal yang sama,” papar dia.

Anindya mengungkapkan, industri di dalam negeri saat ini cenderung menunda investasi dan mengurangi produksi. Perlu ada stimulan yang bersifat lebih permanen untuk membantu industri nasional, terutama dalam meningkatkan daya saingnya.

“Ini satu-satunya jalan agar industri kita bisa terus eksis dan tetap kompetitif,” tegas dia.

Dia mengakui, relaksasi pajak berdampak positif. Namun, efektivitas stimulus fiskal dan nonfiskal akan lebih terasa jika dilakukan secara konsisten dan beriringan dengan penanggulangan pandemi. Pemerintah juga harus menyiapkan masa new normal dengan baik. (rid/b1) 

Baca juga

https://investor.id/business/anindya-bakrie-calon-kuat-ketua-umum-kadin

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN