Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumah Sederhana

Rumah Sederhana

Apersi Minta Insentif Khusus bagi Pengembang Rumah MBR

Imam Mudzakir, Kamis, 7 Mei 2020 | 16:20 WIB

JAKARTA, investor.id - Pengembang menilai bahwa Covid-19 berdampak besar bagi sektor properti, termasuk juga program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah yaitu rumah subsidi. Pengembang meminta agar merelaksasi dan restukturisasi pinjaman dan bunga pengembang dan juga cicilan.

“Kami meminta kepada pemerintah agar pengembang diberikan insentif, relaksasi dan restrukturisasi berupa pengurangan bunga dan penundaan angsuran pokok (bukan penghapusan) bagi pengembang dan Konsumen MBR yang terdampak Covid-19, agar dibuat simple dan mudah oleh OJK /MenKeu,” ungkap Sekjen Apersi Daniel Djumali, kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Daniel, sama dengan sektor industri lainnya yang terdampak Covid-19, sektor perumahan terutama perumahan menengah bawah subsidi MBR terkena dampak cukup besar, banyak pengembang yang menghentikan proyeknya, karena ketakutan, satu sisi juga masih banyak yang masih menunggu situasi yang kondusif.

Sedangkan kredit kontruksi masih harus terus berjalan dan hal ini akan mengganggu keuangan pengembang.

Apalagi, kata Daniel, perumahan subsidi ini banyak menyerap tenaga kerja informal dan bisa menjadi padat Karya.

“Kami harapkan pengembang memperoleh pengurangan suku bunga seperti kredit KUR/UMKM yang diumumkan MenKeu,” kata dia.

Dijelaskannya, keringanan tersebut bisa berupa pengurangan  beban bunga 6% untuk 3 bulan & 3% untuk 3 bulan berikutnya bagi kredit dibawah Rp 500 juta, dan pengurangan beban bunga 3% untuk 3 bulan & 2% untuk 3 bulan berikutnya bagi kredit  sampai Rp 10 miliar, serta penundaan pembayaran angsuran pokok, sesuai seperti kredit KUR /UMKM /Sektor Industri.

Seperti diketahui, catatan dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PPDPP PUPR) bahwa penyaluran dana untuk rumah subsidi bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) berjalan dengan baik dan sesuai dengan progres.

Per tanggal 4 Mei 2020, Kementerian PUPR mencatat bahwa penyaluran FLPP telah mencapai sebesar Rp4,36 triliun untuk 43.282 unit rumah. Sehingga total penyaluran FLPP sejak tahun 2010 hingga per 4 Mei 2020 adalah sebesar Rp48,73 triliun untuk 698.884 unit rumah.

Perumahan menjadi salah satu perhatian pemerintah, terutama untuk memastikan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memperoleh hunian yang layak. Bertolak dari 10 tahun yang lalu, tepatnya 15 Juli 2010, pemerintah membentuk Badan Layanan Umum PPDPP untuk menyalurkan FLPP.

Melalui FLPP, diharapkan MBR dapat membeli rumah pertamanya. Keunggulan program FLPP ini dapat memberikan pengaruh positif bagi perbankan dalam melakukan penurunan suku bunga. Melalui FLPP, angsuran yang dibebankan kepada MBR berupa suku bunga tetap dalam jangka waktu yang panjang hingga 20 tahun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN