Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumah FLPP tengah dibangun. Foto ilustrasi: IST

Rumah FLPP tengah dibangun. Foto ilustrasi: IST

Aplikasi SiKasep Permudah Masyarakat Miliki Rumah

Imam Mudzakir, Selasa, 5 Mei 2020 | 19:50 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah saat ini masih memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah demi memutus rantai penyebaran Covid-19 (Corona Virus Disease). Hal tersebut berdampak pada minimnya interaksi antar masyarakat seperti pada aktivitas perkantoran, pembelajaran, hingga perniagaan atau jual beli.

Di tengah kondisi tersebut, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PPDPP PUPR) memastikan proses penyaluran rumah subsidi pada pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap dilakukan kendati masyarakat harus berada di rumah.

“Meskipun saat ini pemerintah gencar menggalakkan pembatasan kontak sosial dan fisik secara langsung, masyarakat dapat dengan mudah mencari rumah subisidi, memilih bank pelaksana penyalur subisidi, dan mengajukan prosesnya ke pemerintah hanya dengan menggunakan smartphone kapanpun di rumahnya,” ungkap Dirut PT PPDPP Arief Sabaruddin, dalam siaran pers, Selasa (5/5).

Menurut Arief, masyarakat  cukup dengan mengunduh dan memasang aplikasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) pada ponselnya, masyarakat sudah dapat menjelajah rumah subsidi yang tersebar di Indonesia, tinggal menentukan sesuai dengan domisilinya saat ini.

Berdasarkan data management control PPDPP, hingga 4 April 2020 terdapat 8.782 lokasi perumahan dari 5.987 pengembang yang berasal dari 19 asosiasi perumahan tercantum pada aplikasi SiKasep. Pada waktu yang sama, PPDPP juga mencatat saat ini tercatat masyarakat yang telah menggunakan aplikasi SiKasep mencapai 170.782 pengguna terdaftar sebagai calon debitur, yang diantaranya sejumlah 55.702 pengguna dinyatakan lolos subsidi checking dan 54.266 pengguna sedang dalam tahap verifikasi oleh bank pelaksana.

“Data tersebut tiap harinya terus bertambah seiring dengan tingginya antusiasme terhadap masyarakat dalam mencari rumah,” katanya.

Selain mencari rumah yang diinginkannya, masyarakat juga dapat memilih bank pelaksana sekaligus secara leluasa. Tahun ini pemerintah bekerjasama dan menyediakan 37 bank pelaksana terdiri dari 10 bank nasional dan 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD), baik konvensional maupun syariah pada aplikasi SiKasep.

Bahkan pertanggal 4 Mei 2020 pemerintah mencatat penyaluran FLPP telah mencapai Rp4,36 triliun untuk 43.282 unit rumah. Sehingga total penyaluran FLPP sejak tahun 2010 hingga per 4 Mei 2020 adalah sebesar Rp48,73 Triliun untuk 698.884 unit rumah.

Perumahan menjadi salah satu perhatian pemerintah, terutama untuk memastikan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memperoleh hunian yang layak. Bertolak dari 10 tahun yang lalu, tepatnya 15 Juli 2010, pemerintah membentuk Badan Layanan Umum PPDPP untuk menyalurkan FLPP.

Melalui FLPP, diharapkan MBR dapat membeli rumah pertamanya. Keunggulan program FLPP ini dapat memberikan pengaruh positif bagi perbankan dalam melakukan penurunan suku bunga. Melalui FLPP, angsuran yang dibebankan kepada MBR berupa suku bunga tetap dalam jangka waktu yang panjang hingga 20 tahun.

Pada kesempatan itu, PPDPP juga akan menggelar lomba video instagram untuk kategori umum, dan lomba karya tulis untuk kategori jurnalis dan citizen journalism dengan batas pengiriman hingga 14 Juni 2020.

“Lomba ini dalam rangka mendukung masyarakat memperoleh kemudahan mencari rumah tanpa keluar rumah dalam kondisi PSBB saat ini,” katanya.

Video maupun karya tulis yang diikutsertakan bertemakan “Mencari Rumah Tanpa Keluar Rumah dengan SiKasep” yang berhubungan dengan aplikasi Sikasep. Karya tulis yang diikutsertakan tersebut harus sudah pernah dimuat di media cetak, online, atau media sosial dengan sumber data dari web resmi ppdpp.id. Sedangkan untuk kategori lomba video, materi yang diikutsertakan dapat berupa documenter maupun fiksi, bisa dalam bentuk vlog atau live dengan karya maksimal 2 video.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN