Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan. Foto: youtube

Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan. Foto: youtube

Aprobi Hormati Pemerintah Tunda Penerapan Mandatori B40 Tahun ini

Minggu, 31 Januari 2021 | 12:00 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) menghormati keputusan pemerintah untuk menunda penerapan mandatori B40 pada tahun ini. Pertimbangan pemerintah menunda penetapan tersebut dapat diterima karena situasi dan kondisi perekonomian nasional serta tingginya harga CPO serta belum selesainya pengkajian.

Ketua Harian Aprobi, Paulus Tjakrawan mengatakan pihaknya mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah dan penundaan mandatori B40 ini telah melalui kajian secara mendalam.

Saat ini, pemerintah tengah menyusun rencana strategi pengembangan biodiesel melalui mandatori B30 dan B40.program tersebut akan dimonitor dan dievaluasi secara berkala dengan memfasilitasi debottlenecking, meningkatkan infrastruktur pendukung serta memastikan insentif tetap berjalan.

Implementasi program B40 dan B50 saat ini sedang dalam tahap pengkajian komprehensif mengenai komposisi campurannya, evaluasi ekonomi yang juga mencakup kesiapan bahan baku dan infrastruktur pendukungnya.Uji jalan B40 akan dilanjutkan dengan uji coba pada pembangkit listrik tenaga diesel yang suda ada.

Hingga tahun 2020, realisasi pemanfaatan biodiesel untuk kebutuhan domestik sebesar 8,46 juta kiloliter pemanfaatan biodiesel ini berdampak pada penghematan devisa sebesar Rp 38,31 triliun berdasarkan perhitungan menggunakan rata rata MOPS solar 2020 sebesar US$ 50/BBL dengan kurs Rp 14.400 per dolar Amerika Serikat.

Pada juli 2020, PPPTMGB “Lemigas”, Badan Litbang ESDM memulai uji ketahanan biodiesel B40/B50 pada mesin  Engine Test Bench di Laboratorium PPPTMGB “ Lemigas” selama 1.000 jam, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kajian penerapan bahan bakar biodiesel B40/B50 melalui uji karakteristik. Penyimpanan dan ketahanan mesin diesel pada engine test bench serta aspek tekno ekonomi.

Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana
Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Hasil pengujian ini ditargetkan menghasilkan rekomendasi teknis baik terhadap mutu biodiesel maupun pertimbangan aspek ekonomi. Kajian ekonomi mencakup sejumlah aspek diantaranya proyeksi permintaan biodiesel, analisa pasokan biodiesel, harga komponen, proyeksi insentif dan subsidi pemerintah terhadap bahan bakar yang baru.

Aprobi mengapresiasi kesiapan pemerintah untuk menjalankan uji ketahanan B40 di mesin kendaraan di laboratorium PPPTMGB Lemigas selama 1.000 jam, uji ini sangatlah penting untuk memperoleh rekomendasi teknis baik terhadap mutu biodiesel dan pertimbangan aspek ekonominya.

“ Aprobi sangat optimistis B40 dapat dilanjutkan meskipun ditunda tahun ini, kegiatan uji teknis B40 membuktikan komitmen pemerintah untuk mengimplementasikan program mandatori biodiesel,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Minggu (31/1).

Ia menjelaskan bahwa perusahaan biodiesel yang menjadi anggota Aprobi sangat siap mendukung program biodiesel pemerintah dimana program ini sudah terbukti mampu menghemat devisa.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN