Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga dalam webinar Peran Kelapa Sawit Terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional, Sabtu (6/2/2021).

Menko Perekonomian Airlangga dalam webinar Peran Kelapa Sawit Terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional, Sabtu (6/2/2021).

B30 Turunkan Emisi GRK 23,3 Juta Ton Karbon Dioksida

Sabtu, 6 Februari 2021 | 17:52 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah saat ini terus mengembangkan kebijakan domestic demand dari produk kelapa sawit, antara lain pengembangan Biodiesel 30 (B30) sebagai salah satu alternatif BBM untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil.

Selain itu, kebijakan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi emisi karbon, serta mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan rendah karbon.

“Program B30 telah berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) untuk sekitar 23,3 juta ton karbon dioksida di tahun 2020. Selain itu, Indonesia juga memiliki luas kebun sawit sekitar 16,3 juta hektar yang menyerap sekitar 2,2 miliar ton CO2 dari udara setiap tahun,” kata Airlangga dalam webinar “Peran Kelapa Sawit Terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional”, Sabtu (6/2/2021).

Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana
Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Airlangga menegaskan, pemerintah juga tetap berkomitmen untuk mendukung program biodiesel (B30) pada tahun 2021 dengan target alokasi penyaluran sebesar 9,2 juta KL. Komitmen pemerintah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga CPO.

“Dengan kebijakan tersebut, target 23% bauran energi berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 sebagaimana ditetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) diharapkan dapat tercapai,” ujarnya.

Airlangga juga menyampaikan, Indonesia saat ini merupakan produsen minyak sawit utama dan menguasai 55% pangsa pasar dunia, dan komoditas ini berkontribusi sekitar 3,5% terhadap PDB nasional. Sawit juga berkontribusi besar terhadap ekspor non migas yang mencapai 13%.

“Industri kelapa sawit telah berkontribusi untuk mengentaskan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja bagi sekitar 16 juta pekerja. Sehingga industri sawit merupakan sektor strategis yang perlu dikawal oleh seluruh komponen masyarakat,” kata Airlangga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN