Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

Bahlil Waspadai Dampak Investasi dari Ketegangan Tiongkok-Taiwan

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:46 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, pemerintah mewaspadai ketegangan geopolitik yang tengah terjadi antara Tiongkok dan Taiwan. Sebab dua negara ini cukup berperan dalam investasi asing yang masuk ke Indonesia.

“Kenapa harus kita waspadai? Beberapa negara yang investasinya besar di Indonesia itu termasuk Tiongkok dan Taiwan. Tetapi seberapa besar (dampak ketegangan) ini kami lagi pelajari, mudah-mudahan tidak terlalu berdampak dalam dari persoalan politik mereka ke investasi,” ucap Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Senin (8/8).

Mengutip data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi Tiongkok di Indonesia pada kuartal II-2022 mencapai US$ 2,27 miliar yang meliputi 588 proyek. Sedangkan selama semester I-2022, investasi Tiongkok sebesar US$ 3,63 miliar, mencakup 1.020 proyek. Di kedua periode tersebut, investasi RRT menempati posisi kedua terbesar setelah Singapura.

Sementara itu, realisasi investasi Taiwan di Indonesia pada kuartal II-2022 tercatat hanya US$ 76,2 juta yang meliputi 194 proyek. Sedangkan selama semester I-2022, investasi Taiwan sebesar US$ 113,7 juta, mencakup 333 proyek. Di kuartal I, investasi Taiwan menempati posisi ke-13 terbesar dan turun menjadi posisi ke-16 terbesar selama semester I-2022.

Bahlil menuturkan, dengan gejolak kondisi perekonomian global yang terjadi saat ini, misalnya perang antar Rusia dan Ukraina, tidak selalu berdampak negatif untuk semua negara. Menurut dia, ada sejumlah negara yang justru mendapat manfaat positif secara ekonomi dari kondisi perang yang terjadi.

“Dari perang Ukraina dan Rusia ada beberapa negara yang memanfaatkan ekonomi dari kondisi itu. Mungkin kalau ini terjadi pada Taiwan dan Tiongkok, kita masuk pada ruang itu, karena komunikasi kita juga baik. Boleh kita khawatir, tetapi jangan kita takut dengan bayang-bayang duluan,” ucap Bahlil.

Di sisi lain, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan, tantangan yang akan dihadapi di kuartal III dan IV-2022 adalah persoalan ketidakpastian global yang masih memengaruhi perekonomian dunia sejauh ini.

Hal tersebut, lanjut Eko, bisa berdampak ke perekonomian Indonesia. Dari sisi geopolitik, belum berakhirnya perang Rusia-Ukraina, membuat gejolak ekonomi belum akan reda. Situasi menjadi lebih rumit saat tensi geopolitik Taiwan dan Tiongkok semakin membesar pada semester II-2022.

“Kalau dilihat ketidakpastian global, terutama geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina, sekarang juga ada ketegangan antara Taiwan dan Tiongkok. Ini akan memberikan ketidakpastian yang lebih tinggi, geopolitik yang memanas tadinya di Eropa sekarang bergeser ke Asia,” tandas Eko.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com