Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Beri Stimulus KPR, BI Ingatkan Perbankan Cermati Profil Risiko

Jumat, 19 Februari 2021 | 18:29 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memandang prospek sektor properti akan semakin meningkat di tahun ini, sehingga diberikan dukungan melalui stimulus kepada perbankan untuk menyalurkan kredit pemilikan rumah. Meski diberikan insentif terkait kredit pemilikan rumah (KPR), perbankan juga diimbau untuk tetap mencermati profil risiko debitur dengan melakukan asesmen secara mandiri.

Dengan demikian, diharapkan pemulihan ekonomi nasional bisa dipercepat dengan dukungan dari penyaluran kredit perbankan, terutama dari KPR. Pasalnya, sektor properti memiliki multiplier effect terhadap 175 sektor yang terkait, sehingga dampaknya lebih terasa terhadap perekonomian.

Direktur Grup Kebijakan dan Koordinasi Makroprudensial BI Yanti Setiawan menjelaskan, BI memberikan kelonggaran loan to value (LTV) KPR bagi bank umum maupun bank syariah dengan syarat NPL/NPF di bawah 5% diberi keleluasaan untuk memberikan LTV 100% atau uang muka 0%. Sedangkan, bagi bank dengan NPL/NPF di atas 5%, maka LTV 90% atau uang muka 10%. Namun, untuk semua bank diizinkan memberikan LTV 100% kecuali untuk rumah pertama dengan tipe di bawah 21 yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Di samping itu, lanjut Yanti, BI juga menghapus ketentuan pencairan KPR inden secara bertahap, artinya bank diberi kebebasan untuk pencairan kredit sekaligus dengan tetap mengedepankan prinsip prudensial. Stimulus yang dikeluarkan BI tersebut berlaku efektif mulai 1 Maret 2021.

"Kami lihat dalam pandemi ini semua sektor harus didorong, akan kita evaluasi. KPR inden kita bebaskan pencairan bukan berarti bank wajib lakukan pencairan sekaligus, tapi prinsip kehati-hatian bank menilai secara mandiri kelayakan debitur yang memperoleh pencairan sekaligus seperti apa. Kebijakan uang muka 0% juga tidak wajib semua bank penuhi, kembali lagi ke banknya," jelas Yanti secara virtual, Jumat (19/2).

Menurut dia, ke depan, minat masyarakat membeli rumah masih akan tinggi. Rata-rata rumah yang dimiliki tidak hanya untuk sebagai tempat tinggal tetapi juga untuk investasi.

"Minat orang membeli bukan hanya dipakai tapi investasi. Banyak orang memiliki rumah lebih dari satu. Hal ini bisa kita lihat 1 orang membeli tanah dan satu sertifikat, itu membeli untuk investasi," imbuh Yanti.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Indonesia Mortgage Bankers Association (IMBA) Ignatius Susatyo Wijoyo mengapresiasi stimulus yang diberikan oleh regulator untuk mendorong permintaan pembiayaan KPR di perbankan. Saat ini, perbankan memiliki peran besar dalam pembelian properti. Hal ini terlihat pada Data SHPR Bank Indonesia Kuartal IV- 2020 yang menunjukkan rasio pembelian properti residensial menggunakan KPR di level 75,31%.

"Untuk itu kami concern mendukung properti bergerak tumbuh ke depannya. Indonesian Mortgage Forum 2021 ini program IMBA sebagai dukungan kepada regulator dan industri properti untuk bisa membangun ekonomi," jelas Susatyo yang juga merupakan EVP Consumer Loans Bank Mandiri.

Di tengah situasi sulit saat ini, sinergi dan kolaborasi antar pelaku industri properti, perbankan, dan regulator sangat dibutuhkan sehingga diharapkan ke depan sektor properti bisa tumbuh lebih baik.

"Bank Mandiri sebagai salah satu pelaku pembiayaan mortgage akan memperkuat kerjasama dengan anggota IMBA lainnya agar industri ini bisa kembali tumbuh serta ikut berkontribusi membantu pemerintah memulihkan ekonomi dari dampak pandemi," kata Susatyo.

Menurut Ignatius, IMBA berharap program vaksinasi Covid-19 yang sedang berlangsung saat ini dapat berjalan lancar dan sesuai perencanaan pemerintah.

"Keberhasilan program vaksinasi ini menjadi kunci pemulihan ekonomi Indonesia karena akan mendorong optimisme dan memberikan kepastian pergerakan ekonomi kepada masyarakat dan industri, termasuk sektor properti," ucap dia.

Di Bank Mandiri sendiri, penyaluran KPR pada tahun lalu mencapai Rp 43,5 triliun atau sekitar 50% dari total penyaluran kredit konsumer secara bank only yang sebesar Rp 86,4 triliun.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN