Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aplikasi Tokopedia. (IST)

Aplikasi Tokopedia. (IST)

Berkah Teknologi Digital bagi Pelaku UMKM

Senin, 25 Oktober 2021 | 22:57 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 mempengaruhi banyak sektor di tanah air, termasuk sektor Usaha mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Mereka harus bertahan meski harus berhadapan dengan pembatasan kegiatan usaha.

Pemasaran secara tatap muka memang sulit dilakukan di tengah pembatasan kegiatan. Namun untungnya, untungnya ada teknologi digital yang bisa menjadi media penjualan sekaligus pemasaran produk UMKM.

Yanita Petriella (30) adalah salah pelaku UMKM yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana penjualan dan pemasaran. Karyawan swasta ini sebelumnya membantu suaminya memasarkan produk mekanikal secara offline. Namun adanya pandemi membuat Yanita kesulitan mendapatkan produknya karena akses barang impor cukup terbatas di tengah pandemi.

Alhasil, Yanita harus memutar otak untuk bisa bertahan hidup. Apalagi bisnis mekanikal ini satu-satunya bisnis yang ditekuni suaminya. Sementara Yanita yang berprofesi sebagai karyawan swasta harus rela gajinya dipotong karena penyesuaian sistem gaji selama pandemi.

"Jadi memang pendapatan tetapnya berkurang, kami berjuang banget selama pandemi. Sempat hampir tidak bisa bayar listrik juga sampai disegel," cerita Yanita.

Yanita akhirnya beralih menjual masakan vegetarian. Beruntungnya mertua Yanita adalah seorang vegetarian selama lebih dari 25 tahun sehingga dia bisa mempelajari resep vegetarian dari mertuanya tersebut. Makanan vegetarian ini dijual secara online dengan memanfaatkan media sosial. Ternyata respon teman-teman dan kenalan Yanita cukup mengejutkan dan dia pun merambah ke makanan non vegetarian.

Tingginya respon pembeli membuat Yanita melebarkan pemasarannya melalui platform digital seperti Tokopedia dan lainnya. Yanita juga tidak sekedar memasarkan makanan, namun juga hampers dan kue kering. Sempat di awal masa pandemi, Yanita memasarkan faceshield karena melihat tingginya permintaan masyarakat.

Melihat antusiasme dari pemasaran secara digital, Yanita mulai menjual produk mekanikalnya secara online. Jalur pemasaran ini sempat ingin digeluti oleh Yanita dan suaminya, namun baru terealisasi di masa pandemi ini.

"Ke depan, setelah pandemi usai, penjualan online akan tetap dilakukan dengan dibarengi penjualan offline," tutur dia.

Penggunaan platform digital yang tepat menjadi kunci dalam mendorong peningkatan bisnis UMKM. Salah satu platform digital yang cukup dipercaya UMKM adalah Tokopedia.

Selama pandemi Covid-19, Tokopedia telah mendorong banyak pelaku usaha untuk mulai berbisnis lewat platform digital. Hal ini terbukti dari jumlah merchant atau penjual di Tokopedia selama tahun 2020 yang melonjak signifikan.

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan, per Desember 2020, 9,9 juta penjual yang hampir seluruhnya UMKM telah terdaftar di Tokopedia. Jumlah penjual itu bertambah lebih dari 2,5 juta dari 7,2 juta penjual sejak Januari 2020.

Sepanjang tahun 2020, Tokopedia turut mendorong masyarakat untuk berbelanja produk UMKM Indonesia melalui berbagai inisiatif. Inisiatif itu antara lain Selamatkan Industri Kopi Lewat #SatuDalamKopi. Dalam kampanye ini, Tokopedia menggandeng lebih dari 1.000 pengusaha kopi di seluruh Indonesia dan mampu meningkatkan transaksi produk kopi menjadi lebih dari 2,5 kali lipat.

Inisiatif selanjutnya adalah Tokopedia Nyam Dorong Penjual F&B Go Digital. Kampanye ini membuat jumlah penjual makanan siap masak di Tokopedia meningkat hampir 3 kali lipat selama pandemi. Transaksi makanan siap masak juga tumbuh signifikan menjadi lebih dari 3 kali lipat jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN