Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebuah pameran perumahan, Foto:  Investor Daily

Sebuah pameran perumahan, Foto: Investor Daily

Berlomba Menangkap Peluang di Tengah Banjir Stimulus

Minggu, 14 Maret 2021 | 13:03 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

INDUSTRI properti banjir stimulus. Pemerintah mengklaim segenap upaya dilakukan untuk menggairahkan kembali sektor properti yang terkulai dihantam pandemi Covid-19.

Relaksasi dan stimulus yang dianggap paling nendang adalah insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Lalu, pelonggaran loan to value (LTV) hingga 100% oleh Bank Indonesia (BI). Masih ada lagi. BI juga menurunkan suku bunga acuan yang memungkinkan bunga kredit, termasuk ke sektor properti menjadi single digit.

Semua itu digulirkan bukan tanpa alasan. Industri properti diharapkan kembali bergulir guna ikut mengungkit perekonomian nasional yang saat ini melemah. Maklum, industri properti memiliki efek ganda (multiplier effect) terhadap 174 industri terkait. Praktis, ketika properti bergerak, sektor ikutannya pun diharapkan kembali bergulir.

Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (25/6/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan di Serpong, Tangerang Selatan, Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Terkait insentif pajak, pemerintah menanggung PPN 100% untuk rumah yang dibanderol maksimal Rp 2 miliar per unit. Lalu, menanggung 50% untuk harga di rentang Rp 2-5 miliar. Insentif itu diberikan untuk rumah siap huni (ready stock) dalam rentang Maret-Agustus 2021.

“Tujuannya untuk menstimulus orang membeli rumah tapak atau rumah susun,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, dalam jumpa pers virtual, belum lama ini.

Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST
Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

Dia menjelaskan, terkait PPN yang ditanggung pemerintah itu, pihaknya mengalokasikan Rp 5 triliun di dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Ini atas masukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kita fokus ke rumah baru guna menyerap rumah yang sudah selesai dibangun dan selesai dijual. Stok rumah menurun, permintaan meningkat sehingga memacu pembangunan rumah baru lagi,” papar Menkeu.

Sekalipun demikian, tambahnya, pemerintah tetap menggulirkan program subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Untuk tahun 2021, jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, subsidi bagi MBR lewat empat program yang mencakup kredit pemilikan rumah (KPR) berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 16,6 triliun untuk 157 ribu rumah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Lalu, ada subsidi selisih Bunga (SSB) sebesar Rp 5,96 triliun dan subsidi bantuan uang muka (SBUM) Rp 630 miliar untuk 157 ribu rumah.

Selain itu, ada Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp 8,7 miliar. “Untuk masyarakat berpenghasilan rendah, selain empat program tersebut, juga sudah dibebaskan PPN dan ditambahkan Rp 4 juta cash bantuan uang muka. Secara keseluruhan, capaian program untuk tahun 2020 berjumlah 200.972 unit dengan nilai fasilitas bebas PPN yang diberikan pemerintah sebesar Rp 2,92 triliun untuk MBR,” ujar Basuki, dalam siaran pers, baru-baru ini.

Menangkap Peluang

Ketua Umum REI Totok Lusida dalam Creative Money, Beritasatu TV, Selasa (2/2/2021). SUmber: BSTV
Ketua Umum REI Totok Lusida. SUmber: BSTV

Menurut Paulus Totok Lusida, ketua umum DPP Real Estat Indonesia (REI), stimulus dan relaksasi itu membantu sektor properti untuk kembali bergairah. Hal itu juga menunjukan perhatian pemerintah yang cukup serius terhadap industri properti.

Terkait insentif PPN, dia menjelaskan, saat ini, ada sekitar 30 ribu unit rumah nonsubsidi dan sekitar 50 ribuan unit rumah subsidi.

“Insentif PPN ini bisa mendongkrak penjualan properti hunian minimal 20% pada 2021. Tahun lalu, penjualan sektor perumahan minus 31,8%,” kata Ali Tranghanda, pengamat properti Indonesia Property Watch (IPW), saat ditanya Investor Daily, baru- baru ini.

Ali Tranghanda (foto: dok pribadi)
Ali Tranghanda (foto: dok pribadi)

Menurut Director Marketing Urban Development PT Modernland Realty Tbk, Helen Hamzah, dalam merespons insentif PPN pihaknya menyiapkan produk rumah Type Real Estate (RE) di cluster Ramma di proyek Modernland Cilejit, Banten. Rumah yang disipakan sebanyak 27 unit dan dibanderol berkisar Rp 259-403 jutaan per unit.

“Rumah Type Real Estate (RE) di cluster Ramma saat ini dibangun untuk siap diserahterimakan pada Agustus 2021,” ujar Helen Hamzah, dalam siaran pers, Selasa (9/3).

Dia menambahkan, selain bisa memanfaatkan stimulus yang diberikan pemerintah, pembeli juga akan mendapatkan keuntungan dari pengembang Modernland Cilejit yakni berupa diskon langsung sebesar 10%.

Rumah murah bagi rakyat berpenghasilan rendah (MBR). Foto ilustrasi: PUPR
Rumah murah bagi rakyat berpenghasilan rendah (MBR). Foto ilustrasi: PUPR

Sementara itu, Sinar Mas Land (SML) menggulirkan program Wish for Home (WFH) sepanjang Maret-Desember 2021. SML membidik penjualan lebih dari 4.800 unit lewat program tersebut.

Optimisme itu mencuat seiring dengan beragam relaksasi dan stimulus di sektor properti yang digulirkan pemerintah belakangan ini.

“Target penjualan dari program Wish for Home tahun 2021 kami harapkan melebihi perolehan tahun lalu. Kami melihat masih ada daya beli di masyarakat,” ujar Managing Director SML, Alim Gunadi, dalam jumpa pers virtual, baru-baru ini.

Dia menambahkan, tipe produk yang ditawarkan yaitu ready stock dan under construction untuk rumah. Selain itu, dalam WFH juga disodorkan kavling, apartemen, ruko, dan kios.

Selain memberikan diskon, tambahnya, lewat program tersebut SML memberikan fasilitas lain seperti gratis bea perolehan hunian tanah dan bangunan (BPHTB) serta gratis biaya pengalihan. Lalu, subsidi uang muka dan gratis biaya kredit pemilikan rumah/kredit pemilikan apartemen (KPR/ KPA). Upaya menangkap peluang di tengah prediksi bergairahnya industri properti pada 2021 juga dilakukan oleh PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon).

Perumahan yang dibangun melalui KPR BTN
Perumahan yang dibangun melalui KPR BTN. Foto ilustrasi: IST

Lewat unit usahanya, yakni Summarecon Serpong, Summarecon meluncurkan rumah toko (ruko) Melody di kawasan Symphonia, Tangerang, Banten.

Properti komersial itu diharapkan mampu menjadi jawaban untuk entrepreneur di bidang usaha yang mendukung pemenuhan kebutuhan harian masyarakat.

“Saat ini, dunia kewirausahaan, bisnis, dan investasi tengah tumbuh dengan dinamis. Kami melihat munculnya kebutuhan akan ruang usaha, untuk itu kami meluncurkan Ruko Melody,” ujar Magdalena Juliati, executive director Summarecon Serpong, dalam siaran pers, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, produk terbaru ini hadir dengan menyesuaikan kebutuhan konsumen dan perkembangan zaman, sekaligus menjadi jawaban untuk jiwa-jiwa entrepreneur di bidang usaha atau brand yang mendukung pemenuhan kebutuhan harian masyarakat. Dalam masa adaptasi saat ini, pola hidup baru semakin terlihat meningkat signifikan.

Salah satu pembangunan perumahan untuk rakyat. Foto ilustrasi: IST
Salah satu pembangunan perumahan untuk rakyat. Foto ilustrasi: IST

Menurut dia, ruko ini menjadi pilihan investasi yang dipastikan nilainya terus meningkat. Hal ini menjadi nilai jual dalam pengembangan ide bisnis untuk menarik konsumen.

“Konsumen semakin bijak dalam memilih produk properti, mereka mencari produk yang memiliki value baik dari pengembang atau developer dengan catatan prestasi dan tingkat kepercayaan yang sudah terbukti,” kata Magdalena.

Summarecon menyediakan sebanyak 18 unit pada Blok C dan 28 unit pada Blok B dalam pilihan ruko dua dan tiga lantai. Luas tanah ruko itu mulai dari 60 meter persegi (m2) dan luas bangunan mulai dari 104 meter2. Ruko itu dibanderol mulai dari Rp 1,8 miliar.

“Sangat sesuai untuk mengembangkan berbagai jenis usaha, mulai jasa cuci atau laundry, kantin sehat, barbershop, fastfood siap saji, take away cafe, kursus, frozen food store, pet shop, hingga minimarket,” jelas dia.

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan perumahan subsidi di Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (27/4/2020). Foto: SP/Ruht Semiono
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan perumahan subsidi di Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

Beragam jurus guna menangkap peluang di tengah banjir stimulus tentu sebuah ikhtiar bagi para pengembang untuk keluar dari pelemahan yang terjadi lantaran pandemi Covid- 19. Sekalipun kita tahu bahwa di tengah tekanan sekalipun selalu ada peluang.

“Saat ini, apa yang telah dilakukan pemerintah untuk sektor properti sangat luar biasa dan harusnya dapat menjadi titik balik sektor properti. Dengan banjirnya relaksasi di sektor properti saya sangat optimistis pasar properti akan meningkat tahun ini,” ujar Ali Tranghanda..

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN