Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

BI Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Berlimpah

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:55 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa likuiditas perbankan masih berlebih, yang tercermin dari dana pihak ketiga (DPK) pada Juni yang tercatat masih tinggi sebesar 29,99%. Alhasil dapat mendukung kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit.

Hal tersebut dikemukakan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (1/8/2022). Bank sentral sendiri adalah anggota KSSK bersama Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS.

"Likuiditas perbankan masih berlebih. Penyaluran kredit ke dunia usaha menunjukkan pemulihan dengan kecukupan likuiditas terjaga," kata Perry.

Baca juga: BPS: Inflasi Juli 2022 Capai 0,64%

Lebih lanjut, Perry mengatakan bahwa Bank Indonesia telah melakukan normalisasi likuiditas dengan mengerek Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah secara bertahap dan pemberian insentif GWM berlangsung tanpa mengganggu kondisi likuiditas dan intermediasi perbankan.

Tak hanya itu, BI juga memberikan insentif agar tidak mengganggu likuiditas dan intermediasi perbankan.

"Penyesuaian bertahap GWM rupiah dan pemberian insentif GWM sejak 1 Maret 15 Juli 2022 menyerap likuiditas perbankan Rp 219 triliun. Dalam hal ini kami tegaskan penyerapan likuiditas tak ganggu kemampuan perbankan penyaluran kredit pembiayaan dunia usaha dan partisipasi pembelian SBN untuk pembiayaan APBN," tegasnya.

Baca juga: Cabai hingga Bimbingan Belajar Dongkrak Inflasi Juli ke 0,64%

Sementara itu, dalam rangka pelaksanaan kesepakatan bersama Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan hingga 20 Juli 2022 melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional serta pembiayaan penanganan kesehatan dan kemanusiaaan dalam rangak penanganan dampak pandemi Covid-19 sebesar Rp 56,11 triliun.

"Itu langkah bidang moneter termasuk kebijakan makroprudensial yang akomodatif diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com