Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

BI: Risiko Resesi Ekonomi Global 2020 Meningkat

Triyan Pangastuti/Nasori, Selasa, 14 April 2020 | 16:16 WIB

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) berpandangan bahwa pandemi Covid-19 yang semakin meluas ke seluruh dunia berdampak pada meningkatnya risiko resesi perekonomian global pada 2020, meskipun pengaruhnya terhadap kepanikan pasar keuangan dunia berangsur-angsur mulai menurun.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, risiko resesi ekonomi global pada 2020 tersebut dipengaruhi oleh penurunan permintaan serta terganggunya proses produksi. "Ini antara lain akibat terbatasnya mobilitas manusia sejalan dengan kebijakan mengurangi risiko penyebaran Covid-19," ujar dia saat konferensi pers penyampaian hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode April 2020 secara virtual, Selasa (14/4).

Sejalan dengan risiko ini, kata Perry, pertumbuhan ekonomi negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan banyak negara di kawasan Eropa diperkirakan mengalami kontraksi pada 2020, meskipun berbagai kebijakan ultraakomodatif dari kebijakan fiskal dan moneter telah ditempuh.

Prospek pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang, lanjut dia, diperkirakan juga menurun. Risiko resesi ekonomi dunia terutama terjadi pada triwulan-II dan triwulan III-2020, sesuai dengan pola pandemi Covid-19, dan diperkirakan akan kembali membaik mulai triwulan IV-2020.

Menurut Perry, pada 2021 pertumbuhan ekonomi dunia akan meningkat tinggi didorong oleh dampak positif kebijakan yang ditempuh di banyak negara, selain karena faktor base effect. Sementara itu, kepanikan pasar keuangan dunia yang sempat meningkat tinggi pada Maret 2020, mulai berkurang pada April 2020.

"Hal ini didukung sentimen positif atas berbagai respons kebijakan yang ditempuh di banyak negara. Risiko pasar keuangan dunia yang berkurang seperti tercermin pada penurunan volatility index (VIX) dari 85,4 pada 18 Maret 2020 menjadi 41,2 pada 14 April 2020," ungkap Perry.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN