Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik nikel Jiangsu Delong Nickel Industry, Tiongkok. Foto: jiangsupengfeigroup co.

Pabrik nikel Jiangsu Delong Nickel Industry, Tiongkok. Foto: jiangsupengfeigroup co.

BKPM: Pemain Tiongkok Dominasi 18 Proyek Smelter Nikel

Senin, 9 September 2019 | 22:08 WIB
Leonard AL Cahyoputra dan Harso Kurniawan

JAKARTA, investor.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat 18 proyek smelter nikel yang dibangun tahun ini senilai total US$ 10-15 miliar, didominasi pemain Tiongkok yang merajai bisnis nikel hilir dunia.

Sementara itu, salah satu smelter yang dibangun tahun ini adalah milik PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Wolo, Kolaka, Sulawesi Tenggara berkapasitas 230 ribu ton feronikel dengan kandungan nikel 22-24%. Nilai investasi proyek ini mencapai US$ 100 juta.

Berdasarkan laporan SMM News, CNI memiliki kuota ekspor sebayak 2,3 juta ton bijih nikel yang habis Juli 2018. Kemudian, perusahaan ini mengajukan lagi kuota 2,1 juta ton dan akan habis pada akhir Desember 2019.

Selanjutnya, Tsingshan kembali bermanuver dengan membangun smelter penghasil bahan baku baterai mobil listrik di Morowali. Di proyek ini, Tsingshan menggaet GEM Co Ltd, Brunp Recycling Technology Co Ltd, serta PT IMIP dan Hanwa untuk membentuk PT QMB New Energy Materials. QMB mulai membangun smelter di lahan seluas 120 ha. Kapasitas produksi smelter itu mencapai 50 ribu ton nikel hidroksida, 150 ribu ton nikel sulfat, 20 ribu ton sulfat kobalt, dan 30 ribu ton sulfat mangan.

Reuters melaporkan, investasi proyek itu membengkak menjadi US$ 1,5 miliar dari sebelumnya US$ 700-800 juta. Pabrik ini menciptakan penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 2.000 orang.

Pemain lama, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga akan membangun pabrik NPI di Halmahera Timur dengan menggandeng mitra strategis, Ocean Energy Nickel International Pte Ltd (OENI). Proyek ini dalam tahap finalisasi financial closing dan ditargetkan ground breakinng awal September 2019

Di proyek ini, awalnya, emiten berkode saham ANTM itu akan menjadi pemegang saham minoritas. Namun pada tahun ke-10, Antam akan menjadi pemegang saham mayoritas. Pendanaan pabrik ini seluruhnya dari OENI, sedangkan Antam menyediakan bahan baku berupa bijih nikel.

Pabrik NPI ini berkapasitas 320 ribu ton atau setara 30 ribu ton ton nikel yang terdiri atas delapan lini produksi. Tahap awal, dibangun pabrik NPI berkapasitas 80 ribu ton atau setara 8.000 ton nikel murni.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, kapasitas produksi smelter nikel tahun ini diperkirakan mencapai 109.940 ton nikel (tNi) dalam bentuk NPI, 119.282 ton feronikel, 80 ribi ton nikel matte, dan 10.000 ton berupa NiOH. Tiga pemain besar nikel di Indonesia adalah Virtue Dragon asal Tiongkok dengan kapasitas 600 ribu ton, lalu PT Sulawesi Mining Investment, anak usaha Tsingshan, 300 ribu ton, dan PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara 198 ribu ton.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN