Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deretan botol vaksin Covid-19 buatan berbagai negara yang berada di pusat vaksinasi Beograd di Serbia, (kiri-kanan): Covishield India buatan Oxford-AstraZeneca, vaksin Pfizer Inc. dan BioNTech SE, vaksin Sputnik V buatan Rusia, dan vaksin Sinopharm Group Co. ( Foto: OLIVER BUNIC / AFP )

Deretan botol vaksin Covid-19 buatan berbagai negara yang berada di pusat vaksinasi Beograd di Serbia, (kiri-kanan): Covishield India buatan Oxford-AstraZeneca, vaksin Pfizer Inc. dan BioNTech SE, vaksin Sputnik V buatan Rusia, dan vaksin Sinopharm Group Co. ( Foto: OLIVER BUNIC / AFP )

BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat 7 Jenis Vaksin Covid-19

Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:42 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id – Sejak Januari 2021 hingga saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) terhadap 7 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia.

Ketujuh jenis vaksin tersebut adalah vaksin CoronaVac atau vaksin jadi dari Sinovac, vaksin produksi PT Bio Farma dengan bulk dari Sinovac, Astrazeneca,  Sinophram, Moderna, Pfizer, dan Sputnik V.

Khusus untuk vaksin Sputnik V, BPOM baru menerbitkan EUA pada Selasa (24/8).

“Setiap proses pemberian EUA masing-masing vaksin mempunyai prosesnya tersendiri,” kata Penny pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/8). 

Penny menyebutkan, dari 7 jenis vaksin tersebut, terdapat 3 jenis vaksin yang dapat digunakan untuk anak usia 12 tahun seperti CoronaVac, Vaksin Covid-19 PT Bio Farma, dan Pfizer.

Penny juga menyebutkan, BPOM saat ini sedang mengupayakan proses registrasi mendapatkan EUA terhadap 4 jenis vaksin lain, di antaranya Cansino yang didaftarkan oleh PT Bio Farma, Johnson and Johnson yang didaftarkan PT Johnson and Johnson Indonesia, Covavax oleh PT Indo Farma, dan Covaxin oleh PT Amarox.

“Ini adalah 4 jenis vaksin yang sedang dalam proses juga, masih membutuhkan beberapa data-data untuk bisa segera keluar EUA-nya,” terang dia.

Penny menambahkan, pihaknya juga mendukung penuh kemandirian vaksin dari  produksi vaksin di dalam negeri. “Pemerintah mempunyai komitmen yang tinggi untuk bisa memenuhi kebutuhan vaksin yang akan terus berlanjut, sehingga kita bisa memenuhi produksi dalam negeri,” ujar dia.

Menurut Penny, saat ini ada  BPOM sedang melakukan pengawasan, pendampingan, dan pengembangan vaksin, mulai dari uji praklinik hingga vaksin harus diproduksi dalam skala laboratorium dengan mengikuti kaidah Good Laboratory Practice (GLP). 

“Selanjutnya, pada tahapan uji klinik vaksin juga harus mengikuti kaidah Good Clinical Practice (GCP). Kemudian, diproduksi di fasilitas yang memenuhi syarat Good Manufacturing Practice (GMP),” pungkas dia.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN