Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BukuWarung - Media Session

BukuWarung - Media Session

BukuWarung Bongkar Kunci UMKM Siapkan Bisnis Pascapandemi

Jumat, 22 Oktober 2021 | 04:29 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Situasi pandemi Covid-19 di Indonesia berangsur-angsur membaik. Namun, dampak wabah pada berbagai bidang kehidupan masih jauh dari pulih. Terlebih imbasnya pada ekonomi, termasuk para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk itu, BukuWarung membongkar kunci UMKM siapkan bisnis pascapandemi. Apa saja itu?

Adi Harlim, Director of Merchant Experience BukuWarung, mengatakan UMKM merupakan ujung tombak pemulihan ekonomi nasional pascapandemi. UMKM pula yang nanti akan membawa Indonesia menjadi pemain ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara seperti yang ditargetkan pemerintah Indonesia.

Studi internal BukuWarung mendapati bahwa pelaku UMKM bidang ritel (pedagang) rata-rata menghabiskan hingga 8 jam per minggu untuk pengelolaan transaksi penjualan, pengeluaran dan kredit secara manual. Proses tersebut cenderung membosankan sehingga acapkali diabaikan.

“Selain itu, pencatatan manual juga memiliki risiko kesalahan yang tinggi dan rawan hilang/rusak. Ini bisa menyebabkan pelaku UMKM melewatkan pembayaran dari pelanggan, bahkan mengakibatkan gagal bayar hingga 12%,” ungkap Adi di sela virtual konferensi pers, Kamis (21/10).

Adi Harlim - Director of Merchant Experience of BukuWarung
Adi Harlim - Director of Merchant Experience of BukuWarung

Danu Sofwan, pemilik beberapa jaringan usaha (yang memulai bisnisnya dari skala UMKM) serta penggiat UMKM Indonesia, juga menekankan evaluasi berkelanjutan sebagai landasan kunci bagi UMKM dalam berbisnis. Evaluasi, atau dalam istilah Jepang dikenal sebagai Kaizen, merupakan perbaikan secara berkesinambungan. Dalam lingkup bisnis, untuk bisa melakukan itu perlu adanya data yang diambil dari pencatatan keuangan. Inilah yang kerap diabaikan oleh para pelaku UMKM. Padahal, scale up sebuah bisnis tanpa landasan pencatatan keuangan yang disiplin, justru bisa berpotensi merugi,” ungkap Danu.

“Dengan pencatatan keuangan yang teratur, pelaku UMKM dapat mengetahui secara jelas setiap transaksi yang terjadi, untung yang diperoleh, termasuk mengetahui apabila terjadi kerugian. Catatan itulah yang menjadi dasar pelaku UMKM untuk melakukan evaluasi dan mengambil langkah strategis untuk mengembangkan bisnisnya,” tambah Danu.

Adi menambahkan untuk mewujudkan itu, BukuWarung percaya perlunya peningkatan kapabilitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi. Karenanya, BukuWarung menghadirkan ekosistem finansial digital untuk mendukung pelaku UMKM di Indonesia dalam menjalankan dan menumbuhkan bisnisnya. Memahami karakter UMKM di Indonesia, BukuWarung menawarkan solusi yang praktis, mudah dan gratis dengan mengedepankan pengalaman penggunaan yang simpel.

“Solusi berupa aplikasi BukuWarung ini memiliki fitur utama pencatatan keuangan digital untuk membantu pelaku UMKM memantau dan mengevaluasi bisnisnya,” tambah Adi.

Lebih lanjut Adi mengatakan saat ini tercatat 6,5 juta pelaku UMKM yang tergabung dalam ekosistem BukuWarung yang berdiri sejak 2019. Para pelaku UMKM ini tersebar di lebih dari 500 kota/kabupaten berbagai kota, kabupaten hingga kecamatan di seluruh Indonesia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN