Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Jumat, 24 April 2021.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Jumat, 24 April 2021.

Capai Rp 459,6 Triliun, Penerimaan Pajak Akhirnya Tumbuh Positif

Senin, 21 Juni 2021 | 20:05 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak akhirnya tumbuh positif. Hingga akhir Mei 2021, penerimaan pajak mencapai Rp 459,6 triliun atau tumbuh 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Realisasi penerimaan pajak itu mencapai 37,4 persen, dari target yang ditetapkan pemerintah hingga akhir tahun ini sebesar Rp 1.229,6 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa pertumbuhan positif pada penerimaan pajak menunjukan adanya pemulihan ekonomi, yang tertekan pandemi Covid-19 sejak Maret tahun lalu. “Tentu ini sangat baik, karena saat ini adalah proses pemulihan. Pemulihan pajak ini harus berjalan alamiah, sedikit demi sedikit, bersamaan dengan insentif yang terus kita berikan ke perekonomian," ujar Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN Kita, Senin (21/6).

PPh Tumbuh 4,34%
Sejumlah penerimaan pajak juga tercatat terus mengalami perbaikan. Untuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 tumbuh 4,34 persen hingga akhir Mei 2021, demikian pula PPh 22 impor tumbuh 44,59 persen di akhir bulan lalu. 

Sedangkan PPh orang pribadi masih minus 2,87 persen dan PPh Badan juga masih minus 4,33 persen. Begitu juga dengan PPh Final minus 0,76 persen di bulan lalu.

Sementara itu, untuk PPh 26 tumbuh hingga 15,93 persen di akhir bulan lalu. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di dalam negeri juga tumbuh 8,85 persen di akhir Mei 2021 dan PPN impor tumbuh 14,64 persen.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, PPh Pasal 21 yang membaik itu seiring dengan serapan tenaga kerja yang mulai pulih dan bersamaan dengan pembayaran THR. 

"PPh 26 tumbuh karena peningkatan pembayaran dividen ke subjek pajak luar negeri, dan PPN meningkat seiring dengan membaiknya aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat," paparnya.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN