Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings selaku Moderator, Primus Dorimulu bersama pembicara: Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan  UMKM RI Eddy Satriya, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM, Kementerian BUMN RI Loto Srinaita Ginting, Ketua Komite Tetap Kewirausahaan Bidang Advokasi Wirausaha Kadin Indonesia Chrisma A. Albandjar, Ketua Asosiasi UMKM Indonesia M. Ikhsan Igratubun, CEO Youtap Indonesia Herman Suharto, Pengamat Ekonomi CORE Indonesia Piter Abdullah dalam acara Webinar dengan tema Sinergi Bersama Mendorong UMKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual pada Rabu (8/12/2021). Webinar ini merupakan kerjasama Majalah Investor dengan Youtab Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT. Jamkrindo (Persero), PT. Pegadaian (Persero) dan Astrapay. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings selaku Moderator, Primus Dorimulu bersama pembicara: Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UMKM RI Eddy Satriya, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM, Kementerian BUMN RI Loto Srinaita Ginting, Ketua Komite Tetap Kewirausahaan Bidang Advokasi Wirausaha Kadin Indonesia Chrisma A. Albandjar, Ketua Asosiasi UMKM Indonesia M. Ikhsan Igratubun, CEO Youtap Indonesia Herman Suharto, Pengamat Ekonomi CORE Indonesia Piter Abdullah dalam acara Webinar dengan tema Sinergi Bersama Mendorong UMKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual pada Rabu (8/12/2021). Webinar ini merupakan kerjasama Majalah Investor dengan Youtab Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT. Jamkrindo (Persero), PT. Pegadaian (Persero) dan Astrapay. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

CORE: Pemerintah Belum Miliki Indikator Jelas dalam Pengembangan UMKM

Rabu, 8 Desember 2021 | 18:51 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah dinilai belum memiliki indikator jelas dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini terlihat dari sejumlah program pengembangan UMKM yang masih berjalan sendiri-sendiri di setiap Kementerian/Lembaga (K/L). Dalam implementasinya masih belum terlihat pemetaan dan belum ada pembedaan dalam penanganan permasalahan,

“Sayangnya kita tidak punya satu program yang mensinergikan semua. sehingga yang terjadi adalah adanya tumpang tindih, program yang tidak berkesinambungan,” ucap Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah Redjalam dalam webinar “Sinergi Bersama Mendorong UMKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional” yang merupakan kerja sama antara Majalah Investor dengan Youtab Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Jamkrindo (Persero), PT Pegadaian (Persero) dan Astrapay, Rabu (8/12).

Pengamat Ekonomi CORE Indonesia Piter Abdullah dalam acara Webinar dengan tema Sinergi Bersama Mendorong UMKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual pada Rabu (8/12/2021). Webinar ini merupakan kerjasama Majalah Investor dengan Youtab Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT. Jamkrindo (Persero), PT. Pegadaian (Persero) dan Astrapay. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Pengamat Ekonomi CORE Indonesia Piter Abdullah dalam acara Webinar dengan tema Sinergi Bersama Mendorong UMKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual pada Rabu (8/12/2021). Webinar ini merupakan kerjasama Majalah Investor dengan Youtab Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT. Jamkrindo (Persero), PT. Pegadaian (Persero) dan Astrapay. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Piter menuturkan perlu ada perubahan dalam pengembanan UMKM. Sebab baik usaha ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda-beda. Tentunya setiap jenis usaha memerlukan jenis bantuan yang berbeda. Menurut Piter program pengembangan UMKM seharusnya lebih bersifat jangka panjang jangan hanya jangka pendek, misalnya bagaimana pemerintah membantu UMKM untuk survive di tengah pandemi Covid-19.

“Bagaimana kita membangun UMKM kita khususnya ultra mikro, mikro, kecil, untuk tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang. sehingga peran serta dalam perekonomian membantu perekonomian nasional menjadi bisa lebih optimal,” ucap Piter.

Ketika ingin mendorong usaha ultra mikro naik kelas tentu pendekatannya akan berbeda dengan mikro, kecil, dan menengah. Bila pemerintah punya pemetaan yang jelas maka sumber daya yang ada bisa digunakan secara optimal.

“Sehingga program-program ini menjadi lebih besar- efektif, daripada sekarang ini hampir semua (K/L) melakukan program yang sama. Tidak ada kesinambungan, keterkaitan, dan sinergi,” ucapnya.

Dengan adanya indikator yang jelas pemerintah bisa membuat program jangka panjang dan menentukan target yang jelas. Dalam hal ini diperlukan sinergi antar pemangku kepentingan baik pemerintah, dunia usaha hingga masyarakat untuk mengetahui mana program yang bisa menjadi prioritas dalam pengembangan UMKM.

“Kita semua paham tidak mungkin satu pihak bekerja sendiri, perlu sinergi dari seluruh pihak,” ucap Piter.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan  UMKM RI Eddy Satriya dalam acara Webinar dengan tema Sinergi Bersama Mendorong UMKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual pada Rabu (8/12/2021). Webinar ini merupakan kerjasama Majalah Investor dengan Youtab Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT. Jamkrindo (Persero), PT. Pegadaian (Persero) dan Astrapay. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UMKM RI Eddy Satriya dalam acara Webinar dengan tema Sinergi Bersama Mendorong UMKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual pada Rabu (8/12/2021). Webinar ini merupakan kerjasama Majalah Investor dengan Youtab Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT. Jamkrindo (Persero), PT. Pegadaian (Persero) dan Astrapay. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya mengatakan pihaknya menyiapkan empat transformasi besar dalam mendorong target penciptaan koperasi modern dan UMKM naik kelas. Pertama yaitu transformasi dari informal ke formal. Melalui Undang Undang Cipta Kerja, UMKM diberikan kemudahan untuk mendaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB). UMKM didampingi saat mengurus Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), SNI, sampai sertifikasi halal.

“Dari sisi kredit juga, Presiden Joko Widodo menargetkan agar porsi kredit UMKM bisa sampai 30% pada tahun 2024. Ini kerja keras perbankan dan juga himbara serta seluruh komponen agar bisa meningkatkan pembiayaan menjadi lebih bermakna lebih besar mencapai 30%,” ucapnya.

Kedua yaitu transformasi ke digital dan pemanfaatan teknologi. Ketiga yaitu transformasi ke dalam rantai nilai (value chain) . Keempat yaitu modernisasi koperasi. Upaya ini tentu harus memperhatikan selanjutnya bagaimana transformasi besar di UMKM sesuai perkembangan zaman.

“Kita harus memperhatikan selanjutnya bagaimana transformasi besar di UMKM ini juga sejalan dengan tuntutan zaman,” ucapnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN