Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat berbicara pada acara townhall meeting pegawai Kementerian Keuangan seluruh Indonesia secara virtual, Jumat (19/6).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat berbicara pada acara townhall meeting pegawai Kementerian Keuangan seluruh Indonesia secara virtual, Jumat (19/6).

Dana Pemerintah di BI Capai Rp 400 Triliun

Senin, 29 Juni 2020 | 14:15 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, uang pemerintah yang ditempatkan dalam rekening kas di Bank Indonesia (BI) mencapai Rp 300 triliun hingga Rp 400 triliun. Dana tersebut mendapatkan bunga sebesar 80% dari bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR).

“Uang negara yang rata-rata di BI balance-nya di atas Rp 300 triliun, bahkan kadang-kadang bisa mencapai Rp 400 triliun dengan suku bunga yang diatur oleh kami dan BI," ungkap Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, di Gedung DPR-RI, Senin (29/6).

Ia mengatakan, proses pengalihan penempatan dana pemerintah Rp 30 triliun dari bank sentral ke bank Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara), sudah mendapatkan izin dari Bank Indonesia. Pengalihan penempatan dana pemerintah itu untuk mendukung kegiatan bisnis bank umum terkait dengan percepatan pemulihan ekonomi dan mendorong sektor riil.

Bahkan Sri Mulyani mengatakan, proses penempatan dana kepada bank umum merupakan kebijakan yang dilakukan melalui rapat internal di Kementerian Keuangan dengan mengundang pihak BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Kami melakukan koordinasi dengan BI melalui surat yang kami kirim pada 23 Juni 2020 untuk menempatkan dana Rp 30 triliun ke bank Himbara," kata Sri Mulyani.

Ia menyebut, pelaksanaan transaksi dilakukan pada 25 Juni 2020 pagi. “Gubernur BI (Perry Warjiyo) sudah menyampaikan ke saya bahwa sudah komplet sebelum jam 9 pagi uang itu sudah ada di bank Himbara," jelas Menkeu.

Adapun penempatan uang negara sebesar Rp 30 triliun di empat bank Himbara yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Dengan penempatan dana tersebut, bank Himbara diharapkan bisa me-leverage penyaluran kredit hingga Rp 188,57 triliun.

Sri Mulyani mengatakan, penempatan dana pemerintah di Himbara ditentukan dengan suku bunga 3,42%. Suku bunga ini ditetapkan berdasarkan tingkat suku bunga dari penempatan dana pemerintah di perbankan yaitu sebesar 80% dari BI7DRR.

“Supaya ketika diperiksa BPK, kami harus miliki tingkat rate of return yang sama dengan yang kita harus peroleh saat kami menempatkan dana tersebut di BI. Jadi, minimal rate of reutrn sama sehingga tidak dianggap sebagai merugikan negara,” tandas dia.

Sementara itu, untuk jangka waktu penemapatan dana pemerintah di bank Himbara selama tiga bulan dan bisa diperpanjang. Sebab, Presiden Joko Widodo telah meminta untuk diperpanjang, akan tetapi dilakukan secara bertahap dengan melakukan evaluasi setiap tiga bulan.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN