Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendungan Semantok, salah satu proyek bandungan Kementerian PUPR. Foto ilustrasi: PUPR

Bendungan Semantok, salah satu proyek bandungan Kementerian PUPR. Foto ilustrasi: PUPR

Ditjen SDA PUPR akan Bangun 4 Bendungan Baru 2022

Senin, 21 Juni 2021 | 20:45 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2022 mendapat pagu indikatif sebesar Rp 41,04 triliun. Sebagian dari alokasi tersebut akan digunakan untuk membangun empat bendungan baru di 3 provinsi pada 2022.

"Untuk pembangunan bendungan baru tersebut adalah Bendungan Kedung Langgar dan Cabean di Jawa Tengah, Bendungan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan dan Bendungan Kolhua di Nusa Tenggara Timur (NTT)," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) SDA Jarot Widyoko dalam keterangan resminya, Senin (21/6).

Seperti diketahui, pada 2022 Ditjen SDA mendapat total alokasi pagu indikatif senilai Rp 41,04 triliun yang terdiri dari Rp 38,58 untuk ketahanan SDA dan Rp 2,45 triliun untuk dukungan manajemen. Sedangkan Rp 11,35 triliun akan dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan 34 bendungan di antaranya 4 bendungan baru dan revitalisasi 3 danau prioritas.

Selain membangun bendungan, pada 2022 Ditjen SDA juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,50 triliun untuk membangun jaringan irigasi seluas 5.000 hektar dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 100 ribu hektar.

Termasuk mengalokasikan Rp 2,03 triliun untuk penyediaan air baku melalui peningkatan kapasitas air baku sebesar 1,5 m3/detik, pembuatan akuifer buatan simpanan air hujan (ABSAH) di 550 lokasi dengan pola padat karya, pembangunan 8 embung pada daerah sulit air, dan pemanfaatan bendungan yang sudah selesai dibangun.

Kemudian, Ditjen SDA juga mempunyai rencana program pengendalian daya rusak dengan alokasi sebesar Rp 7,32 triliun melalui pengendalian banjir sepanjang 60 km, pengamanan pantai sepanjang 40 km, dan pembangunan 2 check dam pada wilayah sungai (WS) prioritas.

Adapun rencana-rencana program kegiatan Ditjen SDA pada 2022 yang lain meliputi operasi dan pemeliharaan dengan rencana alokasi anggaran sebesar Rp8,63 triliun, pengadaan lahan sebesar Rp 3,09 triliun, pengendalian Lumpur Sidoarjo sebesar Rp 270 miliar, serta dukungan manajemen sebesar Rp 2,84 triliun.

Lebih jauh, Ditjen SDA juga mengalokasikan anggaran Rp 4,85 triliun untuk progam padat karya bidang sumber daya air. Program padat karya bidang sumber daya air tahun 2022 meliputi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), akuifer buatan simpanan air hujan (ABSAH), serta operasi dan pemeliharaan (OP) infrastruktur SDA.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN