Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pesepeda melintas di dalam dan luar jalur sepeda di Jalan Jenderal Sudirman di Jakarta   Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Pesepeda melintas di dalam dan luar jalur sepeda di Jalan Jenderal Sudirman di Jakarta Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Dorong Sepeda Jadi Alat Transportasi, Kemenhub Bangun Jalur Sepeda di 6 Kabupaten

Jumat, 4 Juni 2021 | 14:54 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Untuk memperluas penggunaan sepeda sebagai salah satu alat transportasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung penyediaan jalur sepeda di enam kabupaten atau kota.

 

Enam kabupaten atau kota tersebut yaitu Surakarta, Purworejo, Salatiga, Klaten, Magelang, dan Palembang. Termasuk DKI Jakarta yang telah membangun jalur sepeda cukup banyak di kawasan Kota Jakarta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, Pemerintah telah menyadari bahwa sepeda merupakan alat transportasi yang sangat penting, berguna, dan memberikan alternatif bagi kehidupan sehari-hari. Sehingga dengan mendukung penyediaan jalur sepeda di kota-kota tersebut, diharapkan sepeda menjadi gaya hidup untuk bekerja, mencari penghidupan, dan aktivitas keseharian.

"Bekerja naik sepeda, berdagang naik sepeda, semua itu bisa dilakukan sambil berkegiatan dan berolahraga. Ingat ini juga menunjukkan bentuk cinta kita kepada lingkungan," ucap Budi di acara Kick Off Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) yang bertepatan dengan peringatan Hari Sepeda Dunia, Jumat (4/6).

Menhub Budi Karya Sumadi. Foto: IST
Menhub Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Selain itu, sepeda juga menjadi fasilitas transportasi firstmile dan lastmile. Artinya, konsep bersepeda harus bisa memberikan alternatif dalam upaya melakukan peralihan antar moda secara baik dan sehat. Termasuk konsisten dalam hal penerapan sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Budi pun mendorong komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan prasarana sepeda. Sebab, menurut dia, prasarana sangat erat kaitannya dengan keselamatan dan keselamatan akan terwujud apabila Pemerintah memberikan contoh, membuat aturan, dan mensosialisasikan supaya sepeda menjadi cara hidup bagi seluruh masyarakat.

"Kita melihat apa yang kita lakukan sekarang adalah bagian dari upaya yang disarankan Presiden dengan cara kita masing-masing untuk tetap melakukan kegiatan secara aktif dengan menjaga protokol kesehatan," ucapnya.

Hingga saat ini, Budi mengungkapkan bahwa berbagai peraturan mengenai bersepeda sudah diterbitkan untuk menjamin keselamatan. Turunan dari peraturan tersebut salah satunya menyangkut kecepatan maksimal kendaraan yang diperbolehkan yaitu 30 km/jam.

"Ini tandanya, kita diharuskan membatasi kecepatan di daerah perkotaan, permukiman, dan lingkungan sekolah 30 km/jam dalam rangka menjaga keselamatan dan keamanan bersama," ujarnya.

Warga bersepeda di dalam jalur yang telah disediakan di Jalan Sudirman, kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (28/2/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Warga bersepeda di dalam jalur yang telah disediakan di Jalan Sudirman, kawasan Senayan, Jakarta Pusat . Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Dengan terus mengampanyekan upaya-upaya keselamatan seperti memakai helm, memasang lampu, dan mengatur kecepatan, Budi optimistis kegiatan sepeda di Jakarta bisa menginspirasi kota-kota lain untuk bersepeda.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menambahkan, melalui kegiatan Kick Off PNKJ 2021 yang bertemakan "Jaga Laju 30" ini diharapkan masyarakat mulai beralih dari penggunaan kendaraan pribadi seperti motor dan mobil untuk menggunakan sepeda dalam kegiatan sehari-hari.

Menurutnya, kegiatan tersebut selain bertujuan untuk memperingati hari sepeda dunia dan peluncuran PNKJ 2021, juga untuk sosialisasi penggunaan sepeda menuju tempat kerja (bike to work) dan sepeda untuk berkarya (bike for work).

"Jadi, kalau di awal kami hanya mengenal bike to work, berikutnya kami akan mengembangkan lebih lanjut bagaimana sepeda untuk mendukung ekonomi masyarakat dengan bike for work," terangnya.

Pada kegiatan tersebut, diselenggarakan pula pameran sepeda dan aksesoris produksi Indonesia. Semua produk Indonesia dipamerkan sekaligus untuk mendukung kegiatan bangga buatan Indonesia dengan melibatkan beberapa produsen seperti PT Juara Bike (Selis), PT Surya Teknologi Perkasa (Gowes), PT Insera Sena (Polygon), United Bike, dan Gowes Royce.

Dalam kegiatan Kick Off PNKJ 2021, Kemenhub bersama Bappenas, Kepolisian, Kementerian PUPR, dan Kementerian Kesehatan juga terus melakukan langkah-langkah untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan korban fatalitas lalu lintas.

"Untuk itu, kita akan mendukung dan kepada masyarakat untuk bisa menerapkan ketentuan dan tata tertib lalu lintas," tutupnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN