Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Target kinerja ekspor impor Indonesia 2021. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Target kinerja ekspor impor Indonesia 2021. Foto: SP/Joanito De Saojoao

E-Commerce Gerbang Pemasaran Produk UMKM ke Asean

Kamis, 22 April 2021 | 19:38 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menjadikan perdagangan sistem elektronik (e-commerce) sebagai gerbang pemasaran produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia ke wilayah Asean. Strategi ini diyakini akan berhasil, mengingat Indonesia merupakan negara dengan e-commerce paling maju di Asean.

Untuk itu, Kemendag menyelenggarakan focus group discussion (FGD) yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan dalam bertukar pandangan mengenai hasil perundingan Asean Agreement on E-Commerce.

"Kami berharap FGD ini juga dapat menstimulasi partisipasi aktif UMKM Indonesia dalam pemanfaatan Asean Agreement on E-Commerce, sehingga dapat meningkatkan peran pelaku usaha dalam era digital, perekonomian nasional, serta kesejahteraan rakyat," kata Direktur Perundingan Asean Kemendag Antonius Yudi Triantoro dalam keterangan resmi, Kamis (22/4).

Selain FGD, menurut Antonius Yudi, Kemendag mendorong keikutsertaan para pelaku UMKM dalam kegiatan Asean Online Sale Day (AOSD) 2021 yang akan berlangsung pada 8 Agustus 2021, bertepatan dengan peringatan hari lahir Asean.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok Zamrowi mengatakan, pemerintah daerah khususnya Pemkot Depok akan terus dukung pengembangan UMKM, misalnya dengan memfasilitasi UMKM memperoleh sertifikasi halal, hak kekayaan intelektual, dan Standar Nasional Indonesia (SNI). "Sertifikasi diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM yang akan dipasarkan di luar negeri," jelas Zamrowi.

Di tengah Covid-19, menurut dia, ekspor kota Depok pada 2020 mencapai US$ 146 juta, naik 25% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 117,1 juta. Ekspor utama kota Depok antara lain produk farmasi dan alat kesehatan, furnitur, elektronik, makanan minuman, fesyen, dan rempah.

"Selain itu, Depok juga memiliki sekitar 1.800 industri kecil yang berpotensi ekspor," imbuh Zamrowi.

Salah satu pemilik platform perdagangan digital Goorita.com, Yuwono Wicaksono mendukung upaya pemerintah memperluas pasar ekspor UMKM di Asean melalui e-commerce. Dia berharap, pemerintah bisa mempermudah izin ekspor UMKM melalui e-commerce, mengedukasi pelaku UMKM terkait ketentuan impor di negara tujuan, dan memfasilitasi biaya logistik.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN