Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (Core), Yusuf Rendy Manilet

Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (Core), Yusuf Rendy Manilet

PULIHKAN SEKTOR PARIWISATA

Ekonom: Pemerintah Harus Tingkatkan Kepercayaan Wisatawan

Selasa, 2 Maret 2021 | 04:29 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan upaya memulihkan sektor pariwisata harus menumbuhkan kepercayaan dari wisatawan terlebih dahulu. Mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga kegiatan wisatawan tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing (wisman) ke Indonesia bulan Januari 2021 mengalami penurunan sebesar 89,05% dibandingkan dengan bulan Januari 2020, yaitu dari 1,29 juta kunjungan menjadi 141,26 ribu kunjungan. Bila dibandingkan dengan bulan Desember 2020, jumlah kunjungan wisman Januari 2021 mengalami penurunan sebesar 13,9%.

“Wisman akan melihat  pelaksanaan protokol keseahtan di tempat wisatawan. Adakah protokoler kesehatan yagn terlewatkan, ini yang akan menjadi pertimbangan untuk mengembalikan trust dari wisatawan mancanegara,” ucap Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi pada Senin (1/3).

Yusuf mengatakan pemerintah bisa mengubah pola atraksi pariwisata dari yang mengumpulkan banyak orang menjadi lebih bersifat  private. Hal ini akan menjadi suatu penyesuaian untuk menumbuhkan sektor pariwisata dalam kondisi pandemi. Menurutnya upaya pemerintah untuk menangani pandemi sudah cukup baik tetapi  kembali lagi ke momentum, sebab momentum saat ini yaitu masih berhadapan dengan pandemi.

“Selama pandemi masih tinggi sulit berharap sektor pariwisata khususnya kunjungan wisman ini akan kembali meningkat seperti sebelum pandemi.  Pekerjaan rumah setelah pandmei masih akan menantang khususnya untu ksektor pariwsata dalma hal mendorong peningkatan wisman kembali,” ucap Yusuf.

Ia mengatakan pemerintah harus memberikan insentif baik untuk sektor tersebut baik melalui restrukturisasi kredit maupun insentif pajak badan usaha. Menurutnya setelah pandemi Covid selesai pemerintah bisa memberikan subsidi tiket agar bisa mendorong masyarakat untuk berwisata.

“Tidak hanya untuk wisatawan mancanegara tetapi wisatawan domestik juga tidak kalah potensial,” ucapnya.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN