Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto

Ekspor Juni 2020 Meningkat 15,09%

Rabu, 15 Juli 2020 | 14:50 WIB
Arnoldus Kristanus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Pusat Suhariyanto mengatakan, neraca perdaganan Indonesia pada Juni 2020 mengalami surplus sebesar US$ 1,27 miliar. Hal ini disebabkan oleh ekspor yang mencapai US$ 12,03 miliar atau meningkat 15,09% dibandingkan ekspor Mei 2020 atau meningkat 2,28% dibandingkan Juni 2019.

“Ini menggembirakn. Diharapkan peningkatan ini tidak hanya terjadi di Juni tetapi juga di bulan selanjutnya,” ucap Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Rabu (15/7).

Adapun ekspor pertanian meningkat sebesar 18,99% dikarenaka kenaikan harga tanaman obat aromatik dan rempah-rempah. Diikuti kenaikan ekspor industri pengolahan sebesar 15,96%. Sektor pertambangan dan lainnya mengalmai kenaikan sebesar 13,69%. Terakhir yaitu kenaikan di sektor migas sebesar 3,8%.

Secara kumulatif kenaikan ekspor dari Januari sampai Juni 2020 mencapai US$76,41 miliar atau menurun 5,49% dibanding periode yang sama 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$72,43 miliar atau menurun 3,6%. Ekspor nonmigas Juni 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,43 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,37 miliar dan Jepang US$0,99 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,88%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$ 1 miliar.

Nilai impor Indonesia Juni 2020 mencapai US$10,76 miliar atau naik 27,56% dibandingkan Mei 2020, namun dibandingkan Juni 2019 turun 6,36%. Impor migas Juni 2020 senilai US$0,68 miliar atau naik 2,98% dibandingkan Mei 2020, namun dibandingkan Juni 2019 turun 60,47%.

Bila dilihat menurut penggunaan barang semua sektor mengalami kenaikan. Nilai impor barang konsumsi naik sebesar 51,1%, nilai impor bahan baku/penolong naik 24,01%, dan barang modal naik 27,35%.

Impor nonmigas Juni 2020 mencapai US$10,09 miliar atau naik 29,64% dibandingkan Mei 2020. Dibandingkan Juni 2019 juga naik 3,12%. Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2020 adalah Tiongkok senilai US$18,14 miliar (28,63%), Jepang US$6,09 miliar (9,61%), dan Singapura US$4,21 miliar (6,64%).

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN