Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo baru Kementerian BUMN. Sumber: BSTV

Logo baru Kementerian BUMN. Sumber: BSTV

Erick : 83% Perusahaan BUMN Telah Terapkan Manajemen Anti Suap

Selasa, 2 Maret 2021 | 13:24 WIB
Tryan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, hingga saat ini sudah ada 83% perusahaan BUMN telah menerapkan manajemen anti suap ISO 37001.

"ISO bagian terpenting hari ini sudah Alhamdulilah 83% BUMN ikut tanda tangan," jelas Erick dalam acara Penandatanganan Kerjasama Upaya Pemberantasan Korupsi antara KPK dan BUMN, Selasa (2/3).

Meski demikian, Erick mengatakan masih harus mengejar 17% perusahaan pelat merah untuk menerapkan manajemen anti suap. Oleh karena itu dia akan mendorong seluruh perusahaan BUMN segera menerapkan ISO di akhir tahun.

"Masih ada 17%, pasti kami dorong para pimpinan KPK untuk bisa dituntaskan tahun ini," tegasnya.

Adapun aturan yang mewajibkan seluruh perseroan BUMN memiliki Sertifikat Manajemen Anti Suap SNI ISO 37001 tertuang dalam Surat Kementerian Nomor: S-17/S.MBU/02/2020/. Selain itu, SNI ISO 37001 merupakan standar yang merinci persyaratan dan menyediakan panduan untuk menetapkan, menerapkan, memelihara, meninjau guna meningkatkan sistem manajemen anti penyuapan.

Selain itu, Erick memastikan akan terus berkomitmen untuk melakukan transformasi, mengedepankan transparansi dan profesionalisme di lingkungan Kementerian BUMN. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah aksi tindak pidana korupsi.

"Insyaallah kami berkomitmen untuk terus melakukan transformasi, transparansi, profesionalisme di Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan BUMN, tapi yang saya juga komitmen kepada pimpinan BUMN," tuturnya.

Dia juga akan mendorong proses penilaian juga sangat transparan tidak berdasarkan suka atau tidak suka, sehingga lingkungan kerja antara Kementerian BUMN dan Perusahaan BUMN akan berjalan dengan baik.

"Kami tidak melihat kami sebagai mitra yang membebani tapi kami harapkan kami adalah mitra yang baik, yang harapkan BUMN bisa berjalan sehat. Insyaallah seluruh jajaran Kementerian akan menjaga integritas dan saya tidak segan segan jika di Kementerian BUMN para direksi juga bisa lapor jika ada yang tidak sesuai," pungkasnya.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN