Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir

Erick Thohir Tekankan Pentingnya Pembagian Tugas bagi Kinerja Perusahaan BUMN

Selasa, 15 Juni 2021 | 22:57 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pihaknya harus bekerja ekstra dalam upaya meningkatkan investasi. Sebab banyak kegiatan di BUMN yang merupakan penugasan dari pemerintah. Namun pada saat yang sama BUMN juga bekerja secara korporasi. Menurutnya belum ada penjabaran rinci mengenai penugasan  yang benar-benar feasible  secara bisnis.

“Karena suka ga suka kita merupakan korporasi, Mana yang memang feasible  dan gak feasible  secara bisnis.  Ini yang  coba kita diskusikan dengan banyak kementerian,” ucap Erick dalam acara  seminar yang diselenggarakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Selasa (15/6).

Erick mengatakan pihaknya telah berbicara dengan sejumlah Kementerian/Lembaga mengenai penugasan yang diberikan. Khususnya bila dalam penugasan tersebut ada pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN). Dengan adanya pembagian peran yang jelas diharapkan perusahaan anggota BUMN bisa bekerja sesuai penugasan dan mencegah terjadinya penyelewengan.

“Kami di sini juga berupaya jangan sampai para pimpinan yang di BUMN ini karena ketidakjelasan yang tadi malah ambil keuntungan, artinya ini proyek-proyek yang harus dijalankan, ini kita tidak mau," kata Erick.

Dia menekankan agar dalam penugasan BUMN bisa dilakukan dengan proses bisnis yang baik. Misalnya saat BUMN ditugaskan untuk membangun rumah sakit, terlepas ada kondisi pandemi Covid-19 maupun tidak maka tetap harus tetap memperhitungkan nilai investasi yang ada.

“Ketika kita ditugaskan membangun misalnya saat membangun rumah sakit, terlepas ada covid tetap investasinya harus dihitung, efisiensi harus dihitung tapi kami juga challenge sesudah covid ini harus diapakan,” ucap Erick.

Pihaknya juga sangat terkena dampak dari kebijakan yang dibuat pemerintah. Diharapkan Kementerian/Lembaga bisa memberikan penjelasan tentang regulasi dan penugasan yang diberikan ke BUMN. Misalnya ketika ingin memperbaiki  pangan, tidak mungkin bisa tanpa ada data yang jelas. Dalam hal ini dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak terkait.

“Kita sudah selesaikan holding pangan dan mergerkan, tapi data berapa lahan yang kita harus garap, tidak mungkin kami melakukan investasi dalam kegelapan. Hal ini yang memang menjadi tantangan," kata Erick.

 Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (Core), Yusuf Rendy Manilet
Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (Core), Yusuf Rendy Manilet

Sebelumnya Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan untuk mengurangi beban dari BUMN karya maka harus ada penyesuaian dari kebijakan pemerintah sendiri. Sebab BUMN karya bekerja sesuai dengan penugasan pemerintah. Pembangunan infrastruktur tidak akan optimal kalau hanya mengandalkan BUMN karya saja Karena sulit bagi BUMN karya di satu sisi bekerja sebagai korporasi dan di sisi lain harus melakukan penugasan dari pemerintah.

“Menurut saya sebenarnya melakukan penyesuaian di level pemerintah yang harus dilakukan lebih dahulu sebelum dimasukan ke level korporasi. Dari level korporasi sendiri saya melihat beberapa proyek yang dibangun oleh  BUMN Karya masih belum menyumbang keuntungan ke BUMN,” ucap Yusuf.

Yusuf mengatakan proyek infrastruktur adalah proyek jangka panjang yang balik modalnya membutuhkan waktu lama. Namun pemerintah bisa menyiasati hal ini dengan  melakukan penyusunan dari proyek-proyek infrastruktur yang sudah mempertimbangkan visibilitas dan  keuntungan dari proyek. Misalnya proyek jalan tol itu apakah ada kawasan industri yang akan menggunakan tol tersebut.

“Ini yang harus dipertimbangkan lebih dahulu sebelum mengeksekusi beberapa proyek infrastruktur. Sehingga emiten BUMN karya ini bisa memberikan sentimen positif bagi para stakeholdernya,” kata Yusuf.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN