Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi angkutan penyeberangan. Foto: IST

Ilustrasi angkutan penyeberangan. Foto: IST

Evaluasi Arus Mudik, Ini Catatan Gapasdap soal Angkutan Penyeberangan

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:35 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) memberi masukan kepada pemerintah terkait kebijakan pelaksanaan tiket online pada angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.

Gapasdap menilai pelaksanaan tiket online oleh badan kepengusahaan pelabuhan karena pemicu kemacetan di pelabuhan penyeberangan antarpulau disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat pengguna jasa penyeberangan.

Advertisement

Baca juga: Presiden Perintahkan Menhub Lakukan Assessment Pansela agar Diminati Pemudik

Ketua Gapasdap Khoiri Soetomo mengatakan, selain kurang pemahaman, keberadaan dermaga eksekutif pada lintas penyeberangan Merak-Bakauheni yang hanya mengoperasikan kapal dengan kapasitas angkut lebih kecil.

“Sedangkan, lintas Merak-Bakauheni banyak kapal yang berkapasitas angkut besar. Ini terbuang percuma sehingga tidak optimal,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (24/5/2022).

Di sisi lain, adanya pembatasan kapasitas angkut kapal yang mengacu pada surat keselamatan kapal penumpang (SKKP) tidak memberikan ruang pada dispensasi untuk tambahan kapasitas angkut kapal.

“Baru terjadi penumpukan, baru diberi dispensasi tambahan kapasitas angkut. Padahal jika lebih awal, dengan mengacu pada standar keselamatan yang ada, kami nilai akan lebih lancar,” ungkapnya.

Baca juga: Mudik Lebaran Dinilai Berhasil, Menhub Apresiasi Peranan Media Massa

Selama masa mudik Lebaran, penumpukan penumpang dan kendaraan terjadi pada hari-hari puncak. Rata-rata waktu tempuh bisa dua kali lipat lebih dari waktu normal. Hal ini dipicu karena calon penumpang ketika dalam perjalanan belum mendapatkan tiket, meski pembeliannya dilakukan via online aplikasi Ferizy. Pembelian tiket online justru didapati via calo dan jauh dari harga normal.

Sekretaris Gapasdap Rivai Aminuddin mengatakan, masukan-masukan itu merupakan wujud perbaikan ke depan dalam rangka evaluasi penyelenggaraan transportasi penyeberangan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku badan kepengusahaan pelabuhan penyeberangan.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN