Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi kapal tanker. (Foto: Mohammed Ali/Pixabay)

Ilustrasi kapal tanker. (Foto: Mohammed Ali/Pixabay)

Gara-gara Parameter Ukuran Kapal, Namarin Minta Permendag 25/2022 Disesuaikan

Jumat, 26 Agustus 2022 | 15:32 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – National Maritim Institut (Namarin) menilai kerancuan dalam penggunaan parameter ukuran kapal dari lazimnya menggunakan tonase kotor (gross tonnage/GT) pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.25/2022 tentang Perubahan atas Permendag No.20/2021 tentang Ketentuan dan Kebijakan Impor berefek kepada terganggunya investasi kapal.

Permendag No.25, khususnya pada HS Code nomor 8901.20.50 dan 8901.20.71, baik impor kapal bekas dengan usia 15 tahun, 20 tahun maupun 25 tahun, tidak konsisten dalam menggunakan parameter ukuran kapal yakni menggunakan dead weight tonnage (DWT) sebagai parameter ukuran sehingga tidak selaras dengan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No.26/2022 yang mengunakan tonase kotor atau gross tonnage (GT).

Baca juga: Kementerian LHK dan Pemprov Kalteng Sinergikan Program FoLU Net Sink 2030

Aturan tersebut pun sudah memakan korban, salah satunya adalah kapal AS Golden Mercury, Eks Golden Mercury. Kapal jenis chemical tanker dengan tonase kotor 3.901 GT tersebut sudah sejak awal tahun melakukan proses importasi kapal sesuai dengan Permendag No. 20/2021.

Akan tetapi, saat proses sedang berjalan, Permendag tersebut direvisi. Hasil revisi inilah yang memicu masalah karena adanya kerancuan dalam penggunaan parameter ukuran kapal antara GT dan DWT. “Ini akibat kesembrononan dalam membuat peraturan yang kurang memikirkan dampaknyanya,” kata Direktur Namarin Siswanto Rusdi dalam keterangannya, Jumat (26/8/2022).

Kapal tersebut seharusnya dapat diimpor dengan menggunakan HS Code nomor 8901.20.50. Akan tetapi, HS Code itu juga menggunakan parameter ukuran DWT maksimum 5.000, padahal kapal dengan tonase kotor 3.901 GT, memiliki DWT lebih dari 6.000.  “Jika parameter menggunakan GT sesuai lazimnya, saya kira tidak akan memicu masalah,” katanya.

Dia menjelaskan kejadian serupa bisa terjadi pada impor kapal jenis chemical tanker dengan HS Code nomor 8901.20.71, baik kapal berusia 20 tahun maupun 25 tahun. Sebab, impor kapal tersebut dibatasi dengan parameter ukuran GT diatas 5.000, tetapi pada bagian lain, dibatasi dengan parameter ukuran  DWT  maksimal 17.500.  Padahal, kapal chemical tanker 12.000 GT, memiliki  DWT 20.896, jauh di atas ketentuan Permendag No.25.

Dia meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) atau institusi pemerintah lainnya lebih teliti dan peka terhadap persoalan-persoalan yang terlihat sepele tetapi punya dampak besar seperti dalam penggunaan parameter ukuran kapal ini yang seharusnya menggunakan ukuran GT seperti pada umumnya. 

Untuk memberikan kepastian usaha, Siswanto mendesak Kemendag segera memperbaiki Permendag No.25/2022 dengan menghilangkan penggunaan ukuran DWT sebagai parameter ukuran kapal dan hanya mengunakan ukuran GT seperti lazimnya.

Dia juga mendesak agar kapal-kapal yang sudah dalam proses impor sebelum adanya Permendag No.25/2022 dapat diberikan kemudahan di dalam pengurusan persetujuan impor sehingga dapat mempercepat proses pemenuhan kebutuhan angkutan laut dalam negeri yang terus meningkat.

Baca juga: Chandra Asri (TPIA) dan LX International Jajaki Kerja Sama Proyek Berbahan Baku Terbarukan

Sebagai informasi, parameter ukuran GT adalah volume seluruh ruangan di bawah geladak dan ruangan tertutup yang ada diatasnya.  Sedangkan DWT adalah volume yang dapat ditampung oleh kapal hingga kapal terbenam sampai batas yang diizinkan. Dengan demikian jumlah GT tidak akan pernah lebih besar dari DWT sehingga dalam pengaturan ukuran kapal, seyogyanya dilakukan secara konsisten dan/atau disesuaikan dengan jenis atau tipe kapalnya. 

Selain itu, terdapat perbedaan penggunaan parameter ukuran kapal pada Permendag No.25 tahun 2022 dan Permenkeu No.26 tahun 2022 yang perlu diselaraskan dengan menggunakan GT sebagai parameter ukuran kapal sebagaimana lazimnya.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com