Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Dwi Anggoro Ismukurnianto, President Director PT Perta Arun Gas Arif Widodo, Executive Director Reforminer Institute Komaidi Notonegoro dan News Director Beritasatu Media Group selaku moderator Primus Dorimulu (kiri) dalam acara Zooming With Primus dengan tema Dekarbonisasi Dan Pemanfaatan Gas Bumi, Live di Beritasatu TV pada Kamis (2/12/2021) di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Dwi Anggoro Ismukurnianto, President Director PT Perta Arun Gas Arif Widodo, Executive Director Reforminer Institute Komaidi Notonegoro dan News Director Beritasatu Media Group selaku moderator Primus Dorimulu (kiri) dalam acara Zooming With Primus dengan tema Dekarbonisasi Dan Pemanfaatan Gas Bumi, Live di Beritasatu TV pada Kamis (2/12/2021) di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Gas Berperan Penting dalam Transisi Energi

Jumat, 3 Desember 2021 | 13:05 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indonesia memiliki potensi sumber daya gas bumi mencapai 62,4 triliun kaki kubik (tcf) dan cadangan terbukti sebesar 43,6 tcf. Dengan cadangan tersebut, gas bumi memegang peranan penting dalam transisi penggunaan energy fosil menuju energi baru terbarukan (EBT). Meski termasuk energi fosil, karakter gas lebih bersih dibandingkan bahan bakar fosil lainnya.

Pemanfaatan gas juga mampu menekan impor liquefied petroleum gas (LPG) melalui program jaringan gas untuk rumah tangga. Namun, untuk meningkatkan pemanfaatannya dibutuhkan pembangunan infrastruktur yang masif.

Demikian benang merah Zoom With Primus dengan tema “Dekarbonisasi dan Pemanfaatan Gas Bumi” yang ditayangkan langsung Beritasatu TV, Kamis (2/12/2021).

Diskusi yang dipandu Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu itu menghadirkan tiga pembicara, yakni Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Dwi Anggoro Ismukurnianto, Presiden Direktur PT Perta Arun Gas Arif Widodo, dan Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro.

Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Dwi Anggoro Ismukurnianto, President Director PT Perta Arun Gas Arif Widodo, Executive Director Reforminer Institute Komaidi Notonegoro dan News Director Beritasatu Media Group selaku moderator Primus Dorimulu (kiri) dalam acara Zooming With Primus dengan tema Dekarbonisasi Dan Pemanfaatan Gas Bumi, Live di Beritasatu TV pada Kamis (2/12/2021) di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Dwi Anggoro Ismukurnianto, President Director PT Perta Arun Gas Arif Widodo, Executive Director Reforminer Institute Komaidi Notonegoro dan News Director Beritasatu Media Group selaku moderator Primus Dorimulu (kiri) dalam acara Zooming With Primus dengan tema Dekarbonisasi Dan Pemanfaatan Gas Bumi, Live di Beritasatu TV pada Kamis (2/12/2021) di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

“Gas sebagai energi transisi di Indonesia. Sebelum masuk ke EBT kita memilih memanfaatkan gas, mengoptimalkan gas sehingga pengurangan emisi dapat ditekan sebelum masuk energi bersih dengan EBT,” kata Dwi Anggoro

Dia memaparkan sejumlah langkah sektor migas dalam transisi energy bersih dalam gran strategi energy nasional. Langkah pertama dengan meningkatkan produksi gas mencapai 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030. Program ini sejalan dengan peningkatan produksi minyak 1 juta barel per hari (bph).

Guna mencapai target tersebut dilakukan optimalisasi produksi lapangan eksisting, transformasi sumber daya kontijen ke produksi, mempercepat penerapan metode perolehan minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery/ EOR) chemical dan eksplorasi penemuan besar.

“Dalam gran strategi energi nasional juga meningkatkan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai,” papar Dwi.

Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Dwi Anggoro Ismukurnianto dalam acara Zooming With Primus dengan tema Dekarbonisasi Dan Pemanfaatan Gas Bumi, Live di Beritasatu TV pada Kamis (2/12/2021) di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Dwi Anggoro Ismukurnianto dalam acara Zooming With Primus dengan tema Dekarbonisasi Dan Pemanfaatan Gas Bumi, Live di Beritasatu TV pada Kamis (2/12/2021) di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Selain itu, pembangunan jaringan gas kota pun ditingkatkan. Tercatat, hingga 2020 telah dibangun sebanyak 535.555 sambungan rumah tangga di 17 provinsi dan 54 kabupaten/ kota.

“Jumlah sambungan meningkat hingga 10 juta rumah tangga di 2030 dan terus bertambah mencapai 23 juta rumah tangga di 2050. Peningkatan jaringan gas mampu menekan impor LPG,” jelas dia.

Lebih lanjut Dwi mengungkapkan sumber daya gas saat ini lebih banyak di Indonesia bagian timur, sedangkan konsumsi gas di Indonesia bagian barat. Untuk meningkatkan penggunaan gas domestik maka diperlukan infrastruktur.

Di wilayah Indonesia bagian timur menggunakan pipanisasi vir tual melalui Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) atau fasilitas penyimpanan dan regasifikasi terapung. Sedangkan di Indonesia bagian barat sedang dibangun pipa transmisi Sumatera dan Jawa, pembangunan pipa gas Cirebon-Semarang, dan pembangunan pipa gas Dumai-Sei Mangkei.

Adapun realisasi distribusi gas domestik hingga September 2021 mayoritas oleh sektor industri sebesar 1.573,55 BBTUD, sektor pupuk sebesar 503,80 BBTUD, dan sektor ketenagalistrikan sebesar 87,28 BBTUD.

Infrastruktur Gas

Executive Director Reforminer Institute Komaidi Notonegoro  dalam acara Zooming With Primus dengan tema Dekarbonisasi Dan Pemanfaatan Gas Bumi, Live di Beritasatu TV pada Kamis (2/12/2021) di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Executive Director Reforminer Institute Komaidi Notonegoro dalam acara Zooming With Primus dengan tema Dekarbonisasi Dan Pemanfaatan Gas Bumi, Live di Beritasatu TV pada Kamis (2/12/2021) di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Sementara itu, Komaidi Notonegoro berpandangan bahwa pembangunan masif jaringan gas rumah tangga mampu menekan impor LPG, ketimbang mempercepat subtitusi LPG dengan produk hilirisasi batu bara berupa dimethyl ether (DME). Menurut dia, jaringan gas rumah tangga lebih memudahkan pengguna ketimbang DME. Pasalnya, hasil kajian teknis DME tidak sepenuhnya digunakan untuk kompor gas konvensional. Artinya, rumah tangga harus memiliki kompor dengan spesifikasi khusus untuk menggunakan DME.

Sedangkan jaringan gas bisa menggunakan kompor yang sama dengan LPG. “Program jaringan gas lebih dahulu dari DME. Kalau (pasokan) kurang maka DME baru dilakukan,” ujarnya.

Komaidi mengungkapkan transisi energi di Indonesia harus direncanakan dengan baik. Transisi energy juga harus disikapi bijaksana oleh semua pemangku kepentingan. Dia menyebut negara-negara Eropa beralih menggunakan gas dan menghentikan pemakaian batu bara lantaran cadangannya sudah habis.

Pasokan Gas

President Director PT Perta Arun Gas Arif Widodo  dalam acara Zooming With Primus dengan tema Dekarbonisasi Dan Pemanfaatan Gas Bumi, Live di Beritasatu TV pada Kamis (2/12/2021) di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
President Director PT Perta Arun Gas Arif Widodo dalam acara Zooming With Primus dengan tema Dekarbonisasi Dan Pemanfaatan Gas Bumi, Live di Beritasatu TV pada Kamis (2/12/2021) di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Sementara itu, Presiden Direktur PT Perta Arun Gas, Arif Widodo menuturkan pihaknya mendapatkan pasokan gas dari Tangguh, Papua. Gas tersebut kemudian diregasifikasi dan didistribusikan untuk PLN dan PT Pupuk Iskandar Muda.

Dia menegaskan seluruh gas yang diterima digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. Infrastruktur gas mulai terbangun di Indonesia bagian barat, sedangkan jaringan gas di Aceh sudah mulai dibangun sekitar 3.500 sambungan.

“Pipa gas sudah mulai dari ujung barat Lhokseumawe menuju selatan menyambung dari Sei Mangkei menuju Dumai. Setelah tersambung maka dari ujung barat Indonesia bisa ke Pulau Jawa,” tuturnya.

Kebijakan Harga Gas

Zooming with Primus bertema Dekarbonisasi dan Pemanfaatan Gas Bumi, live di BeritasatuTV, Kamis (2/12/2021). Sumber: BSTV
Zooming with Primus bertema Dekarbonisasi dan Pemanfaatan Gas Bumi, live di BeritasatuTV, Kamis (2/12/2021). Sumber: BSTV

Pemerintah telah menetapkan harga gas di plant gate maksimal US$6 per juta British thermal unit (MMBTU). Komaidi menerangkan, kebijakan penetapan harga gas di plant gate sebesar US$6 per mmbtu bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri. Hanya saja, harga gas di kepala sumur untuk wilayah Sumatera dan Jawa lebih dari US$6 per mmbtu.

Dia mengatakan, selisih harga gas di hulu dan hilir harus dicarikan solusi oleh pemerintah. “Selisihnya siapa yang menanggung,” ujarnya.

Sementara itu, Arif mengungkapkan kebijakan soal harga gas sangat dibutuhkan. Menurutnya, penetapan harga tidak hanya di sisi hilir melainkan juga dari sisi hulu dan industri antara (midstream).

“Memang perlu kebijakan dari pemerintah. Kami dari pelaku usaha menunggu kebijakan dari pemerintah,” ungkapnya. (jn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN