Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Hutan. Foto: IST

Ilustrasi Hutan. Foto: IST

Grup April Komit Turunkan Emisi GRK melalui Sektor Kehutanan

Rabu, 10 November 2021 | 09:57 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Pada konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) di Glasgow Skotlandia, fokus utama para pemimpin negara, ilmuwan dan petinggi bisnis adalah bagaimana pemangku kepentingan dapat berkolaborasi untuk mendanai dan mengimplementasikan target penurunan emisi dalam mengatasi perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.

Secara global, UNEP memperkirakan setidaknya dibutuhkan US$ 100 miliar untuk pendanaan iklim. Presiden Joko Widodo menjelaskan Indonesia mempunyai potensi alam yang begitu besar dan terus berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim.

Dalam diskusi yang bertajuk “ Becoming the World Leader in Green Economy, Leading in NDC Implementation yang dipimpin oleh Wakil Menteri LHK, Alue Dohong dan dihadiri oleh para pemimpin bisnis antara lain dari Pertamina, Royal Golden Eagle dan Kadin. semuanya berkomitmen membantu pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca.

Wakil Menteri LHK Alue Dohong. Foto: IST
Wakil Menteri LHK Alue Dohong. Foto: IST

Alue mengatakan target Indonesia Folu Net Sink 2030 untuk mencapai komitmen kontribusi penurunan emisi yang ditetapkan secara nasional pada 2030. Dalam Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% secara mandiri dan 41% dengan bantuan internasional pada 2030.

Sektor kehutanan dan pengunaan lahan lainnya diyakini akan berkontribusi sebesar 60% dari total target penurunan emisi yang ingin diraih Indonesia, untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyadari bahwa dukungan dari semua pemangku kepentingan terutama dari sektor swasta dibutuhkan.

Laporan ekonomi hijau UNEP yang mengatakan penerapan konsep ekonomi hijau harus terus berlangsung secara efektif dan memastikan transisi yang adil ke ekonomi rendah karbon.

Managing Director Royal Golden Eagle yang mengelola grup perusahaan berbasis sumber daya alam, Anderson Tanoto mengatakan Grup April yang merupakan unit usaha di bawah RGE yang memproduksi serat, pulp dan kertas berlokasi di Pangkalan Kerinci, provinsi Riau, April diketahui sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di Asia yang dikenal dengan produk kertas flagship Paperone yang telah terjual ke 70 negara.

Sebagai bentuk komitmen April dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan program pemerintah, April meluncurkan visi April 2030 pada akhir tahun lalu dimana fokusnya untuk membantu pengurangan emisi dan mengatasi perubahan iklim.

Pada tahun 2030, grup April telah berkomitmen mencapai emisi nol karbon bersih dari penggunaan lahan dan mengurangi intensitas produksi karbon hingga 25%, perusahaan juga berkomitmen untuk mencapai net zero loss di kawasan hutan yang dilindungi di seluruh operasional di provinsi Riau.

Pada 2025, pemasangan panel surya berkapasitas 20 MW akan rampung dan diperkirakan akan menjadi instalasi panel surya terbesar yang diinisiasi swasta. “ kunci lain untuk mengatasi perubahan iklim adalah perlindungan dan restorasi hutan,” ujar dia dalam keterangan persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Rabu (10/11).

Ia juga menyoroti dampak positif dari program restorasi ekosistem hutan di lahan gambut yang diinisiasi Grup April, Restorasi Ekosistem Riau (RER) dimana kawasan RER mencakup 150 ribu hektar hutan lahan gambut di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang yang luas setara dengan wilayah London.

Grup April juga mendukung KLHK mengembangkan pembibitan modern di Rumpin, Bogor, Jawa Barat dan akan menyediakan 12 juta bibit untuk upaya reboisasi dan restorasi nasional.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN