Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam diskusi Tunda Mudik, Selamatkan Keluarga di Kampung, Selasa, 11 Mei 2021

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam diskusi Tunda Mudik, Selamatkan Keluarga di Kampung, Selasa, 11 Mei 2021

Hadapi Lonjakan Arus Balik, Tes Acak Covid-19 akan Diperbanyak

Selasa, 11 Mei 2021 | 21:27 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Meskipun pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan peniadaan mudik Lebaran, tetap saja ada sebagian masyarakat yang ngeyel untuk mudik. Kementerian Perhubungan (Kemhub) mencatat, sebanyak 138.000 kendaraan per hari meninggalkan Jakarta, di mana sebagiannya tidak termasuk kategori yang dikecualikan untuk melakukan perjalanan.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyampaikan, Kementerian Perhubungan sudah melakukan kajian untuk memprediksi arus balik Lebaran. Dari hasil kajian tersebut, diprediksi akan terjadi lonjakan arus balik pada H+3 dan H+7 Lebaran. Kemhub juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Kami sedang mengusulkan, khusus untuk sepeda motor dan kendaraan pribadi untuk dilakukan random testing yang lebih banyak secara volume maupun titik-titik tempat diselenggarakannya random testing, khususnya di beberapa titik kota yang kita sudah amati akan menjadi tempat orang lewat dan itu volumenya banyak. Ada beberapa kota, termasuk di Madiun, Ngawi, sebagian besar akan dilaksanakan testing secara gratis,” kata Adita Irawati dalam diskusi “Tunda Mudik, Selamatkan Keluarga di Kampung”, Selasa (11/5/2021).

Melalui upaya tersebut, Adita berharap penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir. Sebab pergerakan mudik punya potensi yang besar dalam menularkan Covid-19.

“Sesuai prosedur, nantinya kalau ada yang reaktif akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan tes PCR. Ini memang jadi tantangan tersendiri, karena daerah yang dilewati ini akses terhadap alat tes dan ketersediaan infrastruktur kesehatannya mungkin tidak sama. Ini yang sekarang  sedang kami persiapkan. Nanti malam kami akan rapat koordinasi lagi dengan lintas kementerian, memastikan rencana-rencana itu realistis untuk kita lakukan,” kata Adita.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN